POJOKSATU.id, JEMBER – Bencana kekeringan dan krisis air bersih mulai meresahkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Salah satu titik terparah terpantau di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari.
Di mana puluhan keluarga kini kelabakan memenuhi pasokan air untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
Baca Juga: OJK Denda Dua Emiten Grup Salim dan Bakrie, Nilainya Capai Rp1,35 Miliar
Tercatat sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di kawasan RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, terdampak langsung oleh kekeringan ekstrem ini.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama unsur terkait langsung menerjunkan armada untuk menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (18/9/2026).
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, membeberkan bahwa krisis air ini sejatinya sudah mulai menghantui warga setempat sejak pertengahan tahun.
Baca Juga: Kursi Menteri Mulai Goyang! Prabowo Buka Peluang Reshuffle Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Menurunnya debit air tanah membuat sumur-sumur warga tak lagi bisa diandalkan.
"Sejak Juli, beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Kedalaman sumur sekitar 8 sampai 10 meter, sedangkan sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman," ungkap Rezha.
Untuk menyiasati jarak sumber air yang terlampau jauh tersebut, Rezha menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara terpusat.
Baca Juga: Dorong Lingkungan Hijau dan Produktif, Pertamina-TNI Tanam Pohon di Tasikmalaya
Warga secara swadaya telah menyediakan sebuah tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT setempat yang dialihfungsikan sebagai wadah penampungan utama agar proses distribusi berjalan kondusif dan merata.
Proses pendistribusian pasokan air bersih terpantau berjalan lancar tanpa kendala.
Tim TRC BPBD Jember yang meluncur ke lokasi sejak pukul 09.30 WIB sukses merampungkan pengisian tandon pada pukul 11.00 WIB.
Tak hanya sekadar mendistribusikan air, petugas di lapangan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berkoordinasi dengan perangkat lingkungan sekaligus memberikan edukasi kebencanaan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di tengah ancaman puncak kemarau.
Mengingat tingginya urgensi kebutuhan warga, BPBD Jember merekomendasikan agar droping air bersih di wilayah tersebut dirutinkan.
Skema yang diusulkan adalah pengiriman 5.000 liter air setiap dua hari sekali, setidaknya sampai kondisi sumber air warga kembali normal.
Sebagai informasi, pasokan air kali ini merupakan agenda distribusi ke-14 yang dilakukan khusus untuk kawasan Tegal Gede.
Intervensi cepat tanggap ini dieksekusi berdasarkan payung hukum Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
Ke depannya, penanganan krisis ini akan diteruskan kepada dinas-dinas terkait.
Pemkab Jember dituntut tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga mencari solusi infrastruktur permanen guna mengatasi keterbatasan sumber air yang rutin mencekik warga setiap tahunnya. ***



