POJOKSATU.id, JEMBER - Dekranasda Kabupaten Jember melakukan gebrakan untuk meningkatkan ekonomi remaja.
Pelatihan membatik terbesar se-Indonesia akan dilaksanakan di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe.
Kali ini, fokus utama diarahkan pada pemerataan pembangunan di wilayah pelosok dan pinggiran.
Program tersebut secara khusus membidik Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berada direntang usia 17 hingga 24 tahun.
Bahkan demi mewujudkannya, Dekranasda juga mendapatkan kucuran dana mencapai Rp 300 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pelatihan membatik ini akan dilangsungkan selama 50 kali pertemuan.
Baca Juga: Banyuwangi Jadi Contoh Pilot Project Bansos Digital Nasional
Wakil Sekretaris Dekranasda Jember, Puspita Yuandini menjelaskan target utama dari pembinaan ini.
Pihaknya berkomitmen penuh untuk memfasilitasi para remaja agar bisa merintis usaha sendiri.
Program ini dirancang khusus untuk menciptakan wirausaha-wirausaha baru langsung dari desa.
"Targetnya untuk ke depannya itu terutama adalah menciptakan wirausaha baru, wirausaha baru karena pengennya bisa mengembangkan potensi yang ada," ujar Dini.
Guna mendukung modal awal usaha, para peserta tidak akan pulang dengan tangan kosong.
Setelah masa pelatihan selesai, mereka akan langsung mendapatkan peralatan membatik secara lengkap.
Keterampilan teknis membatik tersebut nantinya juga akan dipadukan dengan strategi bisnis modern.
Para remaja putus sekolah ini bakal dibekali dengan pelatihan digital marketing.
Baca Juga: Anggota DPR RI Meitri Citra Wardani Dukung Masyarakat Wujudkan Indonesia Nol Sampah
Kurikulum ini sengaja disusun agar produk buatan desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Peserta diajarkan cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana efektif untuk berjualan.
Lebih lanjut, Dekranasda juga akan mendampingi seluruh peserta dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Baca Juga: Cegah Penyimpangan Dana Desa, Pemkab Bandung Wajibkan Seluruh Transaksi Keuangan Dilakukan Nontunai
Dengan adanya keterampilan, peralatan, hingga legalitas, para pemuda di pelosok Jember ini siap mandiri.
Mereka diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di desanya secara berkelanjutan. ***



