POJOKSATU.id, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember ternyata punya komitmen serius dalam pemerataan layanan kesehatan dasar di wilayahnya.

Tidak tanggung-tanggung, program layanan kesehatan "jemput bola" atau nantinya dikenal dengan nama “Homecare”, diproyeksikan bakal menyentuh puluhan hingga ratusan ribu keluarga miskin di seluruh pelosok desa.

Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menuturkan bahwa inisiatif menghadirkan "dokter keluarga" bagi masyarakat kurang mampu ini dirancang dengan skala jangkauan yang sangat besar.

Baca Juga: Pemkab Karawang Siapkan Rp7 Miliar untuk Program LKS Gratis

Tujuannya cuma satu yakni memastikan tidak ada satupun warga Jember yang luput dari pantauan medis hanya karena kendala biaya atau jarak ke fasilitas kesehatan (faskes).

Gus Fawait membeberkan besaran target keluarga yang masuk dalam pemetaan penerima manfaat layanan kesehatan door-to-door ini.

"Kurang lebih ada ya 50.000 sampai 100.000 lah KK (Kartu Keluarga) yang akan mendapatkan pelayanan Homecare," ungkap Gus Fawait merinci jangkauan program tersebut.

Baca Juga: Besok Panggilan Ketiga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Telah Terbitkan Sprindik Baru

Kendati mematok target yang sangat tinggi, bupati menyadari bahwa pelaksanaan program berskala besar di tahap awal pasti akan menemui sejumlah tantangan teknis di lapangan.

Secara tidak langsung, Gus Fawait menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap evaluasi. 

Ia memaklumi jika dalam fase awal operasionalnya nanti masih terdapat trial and error atau penyesuaian sistem sebelum mencapai bentuk pelayanan yang paling ideal.

Baca Juga: CEO School IPB Kenalkan Inovasi Tepung Bebas Gluten MUGO, Dorong Startup Pangan Berbasis Bahan Lokal

Selain menargetkan kuantitas jangkauan, kualitas penanganan medis saat tim Homecare turun ke lapangan juga menjadi perhatian utama Gus Fawait.

Layanan ini diklaim tidak sekadar datang dan mengecek tensi darah. Pemkab Jember telah membekali para tenaga kesehatan (nakes) di lapangan dengan akses teknologi “telemedicine”.

Gus Fawait memaparkan alur penanganan saat tim Homecare tiba di rumah warga. 

Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan klinis dasar untuk mengetahui kondisi vital pasien.

"Ketika Homecare datang, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dasar," jelasnya.

Baca Juga: Beasiswa Kedokteran Full ke Jepang Dibuka, Dapat Dana hingga Rp3 Miliar dan Uang Saku Bulanan

Lebih lanjut, Gus Fawait menuturkan bahwa kecanggihan teknologi akan dilibatkan jika pasien membutuhkan penanganan yang lebih spesifik. 

Para perawat di lapangan dapat langsung menghubungi dokter ahli melalui panggilan video.

"Kemudian kalau dirasa butuh konsultasi dengan dokter, baik dokter umum maupun spesialis bahkan subspesialis, kita akan sambungkan lewat telemedicine atau video call," tegasnya. 

Baca Juga: Alasan Sakit, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir Panggilan Kedua Tim 9 Kejagung

Kecanggihan sistem koordinasi ini akan memastikan bahwa diagnosis yang diterima pasien tetap akurat dan berada di bawah pengawasan langsung dari dokter yang kompeten.

Bupati menggarisbawahi bahwa tim Homecare tidak hanya bertugas mengobati di tempat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengevakuasi pasien ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

"Kalau memang seandainya nanti perlu rujukan kepada puskesmas atau ke rumah sakit, kita akan kawal mereka sampai ke puskesmas bahkan ke rumah sakit," pungkasnya. ***