POJOKSATU.id, JEMBER – Langkah nyata mempermudah layanan publik kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Melalui program inovatif bernama "Peta Cinta" (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) urusan administrasi kependudukan (adminduk) warga Jember kini dipastikan jauh lebih hemat waktu dan biaya.
Inovasi tersebut kembali diperkenalkan dalam acara bertajuk "Rebranding Dukcapil: Fasilitas dalam Pendaftaran Penduduk Melalui Layanan Jemput Bola di Daerah" yang digelar di Kantor Kecamatan Ajung, Kamis (6/8/2026).
Acara ini terbilang istimewa lantaran dihadiri langsung oleh deretan pejabat pusat.
Tampak hadir di lokasi Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona, Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin, serta Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, yang disambut langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait.
Di hadapan tamu undangan, Gus Fawait menegaskan bahwa program Peta Cinta dirancang khusus untuk memangkas jarak dan birokrasi.
Baca Juga: Apa Itu MPLS PJJ 2026? Ijazahnya Setara Sekolah Formal, Ini Roadmap Kemendikdasmen hingga 2029
Kini, warga desa tak perlu lagi repot menghabiskan ongkos untuk datang ke kantor Dispendukcapil di pusat kota hanya demi selembar dokumen.
"Kabupaten Jember hari ini memastikan bahwa pelayanan Dispendukcapil itu harus berjalan dengan baik, mudah, dan bisa diakses oleh masyarakat secara merata, baik yang ada di kota maupun di desa," ujar Gus Fawait.
Bupati muda ini menjamin, warga yang belum memiliki kelengkapan adminduk hanya perlu mendatangi kantor kecamatan masing-masing.
Baca Juga: Bupati Bandung Lepas Capaska 2026 ke Pusdiklat, Siap Tempaan Menuju Tugas Sakral 17 Agustus
Secara tidak langsung, ia juga menggaransi bahwa seluruh proses pelayanan tersebut dipastikan bebas dari pungutan liar.
"Insyaallah gratis, mudah, tidak akan dipersulit, dan cepat. Hal ini juga selaras dengan semangat yang dibawa oleh Presiden Prabowo," tegasnya menambahkan.
Gus Fawait juga mengingatkan betapa krusialnya fungsi adminduk.
Menurutnya, pemenuhan dokumen kependudukan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan kunci pembuka bagi warga untuk mendapatkan hak-hak dasarnya.
Ia memaparkan bahwa validitas data kependudukan masyarakat akan terintegrasi langsung dengan berbagai kebijakan strategis pemerintah, salah satu yang paling vital adalah penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) agar tepat sasaran.
Melihat progres positif dari implementasi layanan jemput bola ini, Gus Fawait optimistis bahwa Jember mampu berbicara banyak di kancah nasional terkait tata kelola pemerintahan yang responsif.
Baca Juga: DPRD Kota Bandung Bentuk Pansus Revisi Perda Sampah, Bidik Solusi dari Hulu hingga Hilir
"Insyaallah ketika adminduknya sudah tertata bagus lewat inovasi Peta Cinta seperti sekarang, Jember akan siap untuk menjadi salah satu percontohan nasional," pungkas Gus Fawait menutup penjelasannya. ***



