POJOKSATU.id, JEMBER – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember dengan tegas menepis kabar soal adanya pemangkasan anggaran penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga menjadi nol rupiah.
Isu yang belakangan ini santer beredar luas di tengah masyarakat tersebut dipastikan sebagai informasi bohong alias hoaks.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dispendik Kabupaten Jember, Muhammad Ghozali, memastikan bahwa alokasi dana untuk sektor PAUD sama sekali tidak mengalami pemangkasan.
Baca Juga: Bukan Cuma Janji, H Damung Bawa Rekam Jejak 8 Tahun Saat Kembali Bertarung Pilkades Lemahmukti
Ia menjamin bahwa pos anggaran tersebut masih aman dan utuh.
"Informasi mengenai adanya pemangkasan anggaran PAUD menjadi nol rupiah itu sama sekali tidak benar. Anggaran yang dialokasikan di Bidang PAUD dipastikan masih utuh," tegas Ghozali, Selasa (8/9/2026).
Pernyataan tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Ghozali membeberkan bukti konkret melalui rincian pada dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dokumen Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: Cuap-cuap Anak Buah Prabowo Sebut 6 Gunung Meletus karena Alat Asing Dimentahkan Badan Geologi
Pada sub-kegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar PAUD yang tercatat dengan kode kegiatan 1.01.02.2.03.0047, nominal alokasi yang tercantum dipastikan tidak mengalami pergeseran atau penyusutan sama sekali.
"Di dalam dokumen Perubahan APBD 2026, nilai anggaran untuk sub-kegiatan proses belajar PAUD ini tetap bertahan di angka Rp33.183.360.000," bebernya merinci nominal anggaran tersebut.
Terkait asal-muasal hoaks tersebut, Ghozali menduga kuat adanya kekeliruan dari pihak-pihak tertentu.
Baca Juga: Ayah Mozza Axillia Telah Temukan Identitas Pembunuh Anaknya Sejak Desember 2025
Misinformasi ini kemungkinan besar lahir dari salah penafsiran atau kekurangtelitian saat membaca draf Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), sehingga memunculkan kesimpulan sepihak yang menyesatkan.
Menyikapi fenomena ini, pihak Dispendik Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan bijak dalam menerima kabar.
Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu provokatif yang belum melalui tahapan verifikasi kebenaran.
Secara khusus, Ghozali juga menitipkan pesan kepada insan pers sebagai mitra strategis pemerintah.
Ia berharap rekan-rekan media selalu mengedepankan asas cover both sides dan mengutamakan tahapan konfirmasi sebelum menyebarluaskan sebuah pemberitaan agar publik mendapatkan informasi yang akurat.
Baca Juga: Digeber 3.300 Kilometer Lintasi 6 Pulau, Seberapa Tangguh MAXi Yamaha untuk Touring?
"Sebagai mitra kerja kami, kami sangat berharap teman-teman media dapat melakukan klarifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu sebelum melemparkan isu ke publik. Langkah konfirmasi ini penting agar tidak timbul persepsi yang keliru dan membingungkan masyarakat," tutupnya. ***



