POJOKSATU.id - Pengendara motor berinisial AA warga Kabupaten Ponorogo tewas akibat petasan yang dibawanya meledak.

Detik-detik sebelum petasan meledak, korban sempat terlibat kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dalam rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi, awalnya terlihat korban melaju kencang dari arah timur.

Sepeda motor yang dikendarai korban tak sengaja menyenggol seorang anak yang menyeberang menggunakan sepeda kayuh.

Pengendara sepeda terlihat lagsung terjatuh, sementara pengendara motor sempat melaju beberapa meter sebelum akhirnya terjatuh.

"Pristiwa yang kita duga dengan diawali kecelakaan lalu lintas, ada pengendara sepeda motor yang berjalan dari arah timur ke arah barat tepatnya di jalan raya Talun kemudian tidak sengaja bersenggolan dengan pengendara sepeda pancal (sepeda kayuh) yang berjalan dari arah selatan menuju utara," jelas Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman.

Baca Juga: VIRAL Jersey Marselino Ferdinan DIMINTA Seorang Bocah, Malah DIREBUT Seorang Pria dan DIBAWA KABUR, Warganet GERAM dan Memburu Pria Itu

Setelah terjatuh petasan yang dibawa korban meledak menyebabkan tubuhnya hancur secara mengenaskan.

Rekaman CCTV menunjukkan korban jatuh sebelum kemudian ledakan terjadi.

AKBP Arif Fazlurrahman menyebut korban membawa bahan peledak jenis mesiu.

"Setelah itu dari hasil olah TKP kami dari rekan-rekan Satlantas memang terdapat peristiwa kecelakaan lalu lintas hal tersebut didapati dari berbagai petunjuk, CCTV dan keterangan para saksi menduga awal penyebab ledakan tersebut adalah disebabkan oleh bubuk mesiu," lanjutnya.

Polisi menemukan kertas bekas ledakan petasan sebagai barang bukti di lokasi kejadian.

Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap lebih lanjut penyebab ledakan.

"Dri hasil olah TKP awal kami mendapati banyak sekali jejak-jejak bubuk mesiu di sekitaran tubuh korban di lengan maupun di perut," kata AKBP Arif.

"Di mana terjadi luka besar pada perut yang menyebabkan isi perut keluar yang mana hal tersebut menurut keterangan pihak kesehatan menyebabkan korban meninggal," lanjutnya.

Sementara itu, setelah kejadian jenazah korban dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan autopsi.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membawa bahan peledak ilegal demi mencegah kejadian serupa.***