POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Tepat pada perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dipusatkan di Alun-Alun Jember, Senin (10/8/2026), daerah ini sukses memecahkan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus.

Dua rekor bergengsi tersebut diraih lewat kategori melukis menggunakan media celemek dengan peserta terbanyak, serta kategori kegiatan yang melibatkan peserta disabilitas dalam jumlah terbanyak.

Baca Juga: Mulanya Keluarga Sutrimo Ketakutan, Takut Dilaporkan Balik ke Polisi oleh Pihak Febrie Adriansyah

Antusiasme peserta dalam acara ini rupanya jauh melampaui ekspektasi awal.

Perwakilan MURI yang hadir melakukan verifikasi di lokasi menyebutkan bahwa panitia awalnya hanya mengusulkan 2.000 peserta untuk pemecahan rekor melukis celemek.

Namun, setelah dilakukan penghitungan faktual sejak pagi hingga siang hari, MURI mencatat ada sebanyak 2.632 peserta yang berhasil menuntaskan lukisannya.

Baca Juga: Grand Livina Terbakar di SPBU Rawalumbu, Dugaan APAR Tak Berfungsi Soroti Pengawasan Damkar Kota Bekasi

Angka ini telak menumbangkan rekor sebelumnya yang hanya berada di angka 500 peserta.

Prestasi tak kalah mengesankan juga tercipta pada kategori pelibatan disabilitas.

Pemkab Jember sukses memfasilitasi 248 peserta disabilitas untuk ikut ambil bagian, melampaui rekor MURI sebelumnya yang tercatat sebanyak 200 peserta.

Baca Juga: Pantau Kondisi Kebakaran di Gunung Bromo, Kemenpar Ingatkan Wisatawan Agar Tak Memaksakan Perjalalan

Capaian ganda ini semakin memperpanjang deretan sejarah yang pernah diukir Jember di buku rekor MURI.

Sebelumnya, Jember juga memprakarsai sejumlah rekor fantastis, seperti 400 karya puisi disabilitas terbanyak pada 2 Mei 2024, pembentangan bendera terbesar pada 26 September 2003, hingga kirab 480 ancaan agung pada 24 September 2025.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa tersebut, pihak MURI menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Pemkab Jember selaku pemrakarsa penyelenggara.

Baca Juga: Alhamdulilah Guru PPPK Bisa jadi ASN Pusat, Cek Rincian Skema Penarikan Langsung dari Mendagri Tito, Guru Non ASN juga Disinggung

Penghargaan bergengsi itu juga dianugerahkan kepada Bunda PAUD Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, beserta seluruh elemen terkait yang menyukseskan acara.

Menyikapi pencapaian gemilang ini, Bunda PAUD Jember, Ghyta Eka Puspita, menegaskan bahwa penghargaan ini seharusnya tidak berhenti sebagai euforia seremonial semata.

Secara tersirat, ia berharap momen pemecahan rekor ini justru menjadi pemantik semangat pemerintah dan masyarakat untuk terus menyediakan ruang kreativitas serta partisipasi yang setara bagi seluruh anak.

Baca Juga: Makam Sutrimo Dijaga Ketat Jelang Ekshumasi, Rangkaian Penting Pengungkapan Kasus Astronomi

"Mudah-mudahan tidak hanya mencetak rekor MURI pada hari ini, tetapi bisa menciptakan semangat-semangat yang lebih luar biasa lagi ke depannya. Kalian hebat!" tegas Ning Ghyta memberikan apresiasi langsung kepada ribuan anak yang hadir. ***