POJOKSATU.id, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warganya.
Dalam waktu dekat, program inovatif bernama “Homecare” akan segera diluncurkan guna menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas medis secara langsung.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, mengonfirmasi bahwa peluncuran perdana program Homecare ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 24 Juli 2026 mendatang.
Baca Juga: Kopdargab HPCI CIREMAIKU Satukan Bikers Honda PCX, Perkuat Solidaritas Antar Chapter
Peluncuran tersebut rencananya akan dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Sumbersari.
“Kegiatan ini nantinya akan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan dan bisa mulai beroperasi, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis,” ujar Zamroni saat memberikan keterangan, Rabu, (21/7/2026).
Zamroni menjelaskan, inisiatif layanan Homecare ini didesain khusus untuk menjadi solusi bagi warga yang tidak memungkinkan untuk datang sendiri ke puskesmas atau rumah sakit akibat kondisi fisik maupun keterbatasan biaya.
Baca Juga: Nanik Deyang Mundur Kepala BGN, Klaim Sudah Reformasi Total Meski Baru 40 Hari Menjabat
“Jadi kami akan memberikan pelayanan dengan door to door, untuk mengecek langsung kondisi pasien yang akan dirawat,” imbuhnya.
Adapun, sasaran utama atau kategori prioritas penerima manfaat layanan ini mencakup warga miskin pengidap penyakit kronis, disabilitas, anak-anak dengan kondisi stunting, ibu hamil, serta ibu pasca-melahirkan yang masuk dalam kategori risiko tinggi.
Lantas, bagaimana prosedur masyarakat untuk bisa mengakses layanan "jemput bola" ini?
Baca Juga: Sering Scroll TikTok Berjam-jam? Ini Cara Mengatasi Kecanduan Video Pendek di Media Sosial
Menurut Zamroni, pendaftaran dan pengaduan kebutuhan layanan Homecare dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yakni kanal "Wadul Gus e" serta nomor hotline layanan Homecare yang tersedia di masing-masing puskesmas.
“Setelah masuk aduan dari dua kanal tersebut, maka akan dilakukan analisis untuk memastikan apakah masuk dalam kriteria yang ada atau tidak. Selanjutnya setelah dilakukan verifikasi petugas akan menyusun jadwal kunjungan,” terangnya.
Nantinya, saat tiba jadwal kunjungan, tim medis yang diterjunkan ke rumah pasien tidak sembarangan.
Tim tersebut terdiri dari tenaga kesehatan profesional seperti perawat, bidan, hingga ahli gizi, lengkap dengan membawa peralatan medis dan obat-obatan yang diperlukan. Kecanggihan layanan ini juga didukung oleh teknologi telemedicine.
Zamroni menegaskan bahwa petugas lapangan dibekali perangkat khusus agar terhubung langsung dengan sistem faskes tingkat lanjut.
Baca Juga: Kru Ungkap Tantangan Produksi Serial Harry Potter, Waktu Syuting Anak-anak Jadi Kendala
“Petugas di lapangan nantinya dibekali oleh telemedicine yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan dokter puskesmas atau rumah sakit hingga dokter spesialis jika dibutuhkan,” tegasnya.
Melalui komunikasi terintegrasi tersebut, tim dapat melakukan koordinasi medis secara real-time, memberikan pendampingan yang akurat, serta memberikan edukasi mengenai cara perawatan mandiri yang aman selama pasien di rumah.
Bagi warga Jember yang membutuhkan layanan ini, Dinkes mengimbau agar pihak keluarga menyiapkan sejumlah dokumen administrasi standar.
Dokumen yang diperlukan antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), nomor handphone yang bisa dihubungi, serta dokumen rekam medis pasien sebelumnya jika ada.
“Nantinya ini akan terekam dalam sistem kesehatan kami, untuk menjadi database kami,” tutur Zamroni.
Hadirnya program Homecare ini merupakan bentuk realisasi janji dan komitmen kuat dari Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam memastikan seluruh lapisan warganya ter-cover oleh fasilitas kesehatan.
Baca Juga: BGN Rombak Jajaran Pimpinan, Figur Berkompeten Kini Isi Pos Strategis Program Makan Bergizi Gratis
Bupati Fawait menargetkan, melalui layanan Homecare ini, warga kurang mampu bisa merasakan sentuhan pelayanan medis layaknya memiliki "dokter keluarga" sendiri di rumah.
“Sehingga mereka juga punya dokter keluarga, jadi tidak ada lagi warga Jember yang tidak bisa berobat karena keterbatasan biaya,” tutupnya. ***



