POJOKSATU.id, JEMBER - Megahnya perhelatan Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang sukses digelar pada Minggu (26/7/2026) di Alun-Alun Jember akhirnya mendapat perhatian pemerintah pusat.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara khusus menegaskan komitmennya untuk membawa event kebanggaan Indonesia ini ke panggung dunia.

JFC tahun ini yang mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) telah menampilkan suguhan spektakuler. 

Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Mendadak Mundur Gegara Alasan Pribadi, Destry Jadi Pejabat Sementara

Mulai dari pentas teatrikal memukau Dewi Bumi (Gaia), atraksi JFC Marching Band, hingga deretan defile tematik seperti "Root" bernuansa Sumatera, "Noise" yang artistik, "Conscience" dengan tema pejuang kuno, hingga "White Guardian" yang membawa penonton merasakan nuansa salju.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sederet publik figur tanah air maupun mancanegara. 

Bule Barbie, Hanum Mega, Bella Bonita, Andien, Novia Bachmid, hingga artis asal Jepang seperti Miumiu, Ayaka Yasumoto, dan Yosuke turut meramaikan jalanan Jember.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Dihadapkan Tantangan Global, KUII VIII Dorong Green Economy sebagai Jalan Pertumbuhan Baru

Acara ini juga disaksikan langsung oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Bupati Jember Gus Fawait, Presiden JFC Budi Setiawan, Wagub Jatim Emil Dardak, Wamendagri Bima Arya, dan tentu saja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Dalam keterangan persnya, Menpar Widiyanti Putri Wardhana membeberkan strategi Kemenpar untuk memastikan event sehebat JFC ini bisa dikenal luas di kancah internasional. 

Ia menjelaskan bahwa promosi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai platform.

Baca Juga: Klarifikasi Tukang Nasi Uduk Pemicu Bentrok Warga di Matraman, Ternyata Gegara Geber Motor

"Kami tentu selalu mempromosikannya dan kami ada website Kementerian Pariwisata, Visit Indonesia, indonesia.travel alamatnya," ungkap Widiyanti.

Menpar akan memastikan bahwa informasi mengenai pesona pariwisata Indonesia, termasuk JFC, mudah diakses oleh wisatawan global.

Lebih jauh, menpar menegaskan bahwa promosi tidak hanya mengandalkan media digital. 

Kemenpar secara aktif menjual event-event unggulan Indonesia di berbagai pameran pariwisata tingkat dunia.

"Kami selalu mempromosikan ini ke seluruh dunia di mana kami melakukan atau menyelenggarakan ekspo, seperti di Berlin, di London, dan juga di berbagai negara Asia dan Australia," jelasnya.

Baca Juga: Praktisi Pajak Ingatkan Status Keimigrasian WNA Jadi Kunci Analisis Pajak Penghasilan di Indonesia

Selain itu, Kemenpar juga mengoptimalkan program Calendar of Events (Karisma Event Nusantara) untuk mendongkrak acara-acara lokal. 

Dalam kalender tersebut, tidak hanya event berskala daerah yang dipromosikan, tetapi juga seluruh acara besar yang membawa nama Indonesia.

Widiyanti menegaskan bahwa Kemenpar selalu berupaya mengangkat pamor acara-acara yang membawa label "Event by Indonesia". 

Baca Juga: Keluarga Ungkap Momen Terakhir Penjaga Rumah Febrie yang Tewas, Curhat Soal Dijanjikan Mobil

Meskipun pemerintah juga memberikan dukungan terhadap event internasional yang diselenggarakan di tanah air, prioritas utama tetaplah pada karya-karya lokal yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (IP) asli Indonesia.

"Sebagai pemerintah, kami harus mendukung event-event dengan IP Indonesia yang dibuat oleh anak-anak bangsa yang sangat kreatif dan tidak kalah luar biasa," pungkasnya. ***