POJOKSATU.id, JEMBER - Inovasi layanan administrasi kependudukan (adminduk) berbasis jemput bola bernama “Peta Cinta” yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember, sukses menuai apresiasi dari pemerintah pusat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menilai program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melayani rakyatnya secara langsung.

Pujian ini disampaikan Teguh saat meninjau agenda Rebranding Dukcapil: Fasilitas dalam Pendaftaran Penduduk Melalui Layanan Jemput Bola di Daerah, yang berlokasi di Kantor Kecamatan Ajung, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Kemenag Bagikan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah, Berikut Link Download Resminya

Menurut Teguh, pemenuhan dokumen kependudukan adalah hal yang sangat mendasar bagi masyarakat.

Ia melihat inovasi Peta Cinta telah mendobrak kebiasaan lama, di mana pelayanan birokrasi kini bergerak proaktif tanpa harus menunggu warga datang ke kantor pusat.

"Inovasi Peta Cinta itu menunjukkan bahwasanya negara hadir dari rumah ke rumah," ujar Teguh di sela-sela peninjauannya.

Baca Juga: Pertamina Latih Ratusan Siswa SD di Indramayu Hadapi Gempa, Begini Simulasinya

Lebih jauh, Teguh mendorong agar inovasi di daerah juga dibarengi dengan percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Ia menjelaskan bahwa ke depannya, IKD akan menjadi tulang punggung bagi digitalisasi kebijakan strategis pemerintah pusat.

Salah satu fokus utamanya adalah penyaluran Bantuan Sosial (Bansos).

Baca Juga: Dua Siswa Sekolah Rakyat Wakili Indonesia di Forum Anak ASEAN 2026, Bahas Perlindungan Anak hingga Kekerasan Digital

Teguh menegaskan bahwa data dari IKD akan menjadi pintu masuk utama pencairan bansos agar datanya akurat dan tidak salah sasaran.

Menanggapi arahan dan apresiasi dari Kemendagri tersebut, Bupati Jember Gus Fawait yang turut hadir di lokasi menyatakan kesiapan penuh dari pemerintah daerah.

Gus Fawait sepakat bahwa data kependudukan adalah kebutuhan dasar yang saling terhubung dengan hak-hak vital warga, termasuk soal penyaluran bansos.

Lewat Peta Cinta, pihaknya sengaja memangkas jarak agar warga desa tak perlu lagi menghabiskan ongkos ke Dispendukcapil di kota.

"Masyarakat yang tidak punya administrasi atau dokumen adminduk bisa segera datang ke kecamatannya masing-masing," terang Gus Fawait.

Baca Juga: Apa Itu MPLS PJJ 2026? Ijazahnya Setara Sekolah Formal, Ini Roadmap Kemendikdasmen hingga 2029

Ia juga menggaransi bahwa seluruh proses pencetakan dokumen di kecamatan dipastikan seratus persen gratis, sangat mudah, dan bebas pungli.

Langkah jemput bola ini disebutnya sangat selaras dengan semangat pelayanan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo.

Melihat sistem yang kini mulai berjalan optimal, Gus Fawait sangat optimistis tata kelola adminduk di wilayahnya mampu bersaing dan menjadi tolok ukur di tingkat nasional.

Baca Juga: Jadwal SKT PPPK Sekolah Rakyat Kemensos 2026 Dimulai, Cek Link Pengumuman Resmi dan Tahapan Terbarunya

"Insyaallah ketika adminduknya sudah bagus seperti sekarang ada Peta Cinta, nanti Jember akan siap untuk jadi salah satu percontohan," pungkasnya. ***