POJOKSATU.id, JEMBER – Musim kemarau yang disertai angin kencang kembali memicu insiden kebakaran di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kali ini, amukan si jago merah melahap lahan luas milik PT Seger Nusantara yang berlokasi di RT 02/RW 07, Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, pada Kamis (17/9/2026) malam.

Akibat insiden tersebut, lahan seluas kurang lebih 2.200 meter persegi yang dipenuhi rumpun bambu, ranting, dan tumpukan dedaunan kering hangus tak bersisa.

Baca Juga: Guru Madrasah Wajib Tahu! AKGTK 2026 Digelar 5-9 Oktober, Ini Syarat dan Persiapannya

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Didi Teguh, mengungkapkan bahwa titik api sebenarnya sudah mulai terlihat pada siang hari.

Namun, laporan baru masuk ke pihak berwajib menjelang petang.

Didi menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Purbaya Dicopot, Nusron, Raja Juli Tetap Bertahan: Reshuffle Prabowo Pakai Dua Ukuran?

Sayangnya, hingga saat ini, faktor utama pemicu munculnya api di lahan milik perusahaan tersebut masih menjadi misteri.

“Api terus membesar dan membakar bambu, ranting-ranting serta dedaunan kering yang berada di sekitar lokasi,” ujar Didi Teguh, mengutip laporan resmi penanganan BPBD Jember.

Mendapat laporan dari Kepala Desa Jatian pada pukul 18.20 WIB, tim gabungan dari TRC BPBD dan regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Mako Jember langsung diterjunkan ke lokasi.

Baca Juga: OJK Denda Dua Emiten Grup Salim dan Bakrie, Nilainya Capai Rp1,35 Miliar

Tiba di titik kejadian sekitar pukul 19.40 WIB, petugas bahu-membahu melokalisasi area agar kobaran api tidak merembet ke permukiman warga.

Proses pemadaman dilakukan melalui dua metode. Petugas TRC BPBD Jember menggunakan alat tradisional gepyok untuk memukul api secara manual di area semak, sementara armada Damkar menggempur titik-titik api utama menggunakan semprotan air bertekanan tinggi.

Berkat kesigapan petugas yang dibantu perangkat desa dan warga setempat, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 20.20 WIB.

Pascajatuhnya api, petugas terus melakukan pendinginan dan penyisiran ketat guna memastikan tidak ada bara yang tertinggal di bawah tumpukan daun kering.

“Api sudah padam. Kondisi di lokasi aman, terkendali, dan kondusif,” tegas Didi memastikan rampungnya operasi pemadaman tersebut.

Baca Juga: Dorong Lingkungan Hijau dan Produktif, Pertamina-TNI Tanam Pohon di Tasikmalaya

Menyikapi rentetan kejadian serupa, pihak BPBD Jember kembali mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat.

Warga diminta ekstra waspada terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama saat kondisi vegetasi sangat kering dan angin bertiup kencang.

BPBD mewanti-wanti masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka yang minim pengawasan.

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Dilarang di Aek Tambangan, Puluhan Ikan Mera Mati di Lubuk Larangan Tambangan Jae

Selain itu, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan raya, kawasan semak, maupun lahan kering harus segera dihentikan karena berpotensi memicu bencana besar.

Jika masyarakat melihat adanya kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, BPBD mengimbau agar segera melapor ke posko Damkar atau BPBD terdekat agar penanganan bisa dilakukan sebelum api membesar dan meluas. ***