POJOKSATU.id, JEMBER – Fenomena antrean panjang kendaraan yang mengular di berbagai SPBU Kabupaten Jember akhirnya mendapat respon dari pemerintah pusat.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajah Mada pada Jumat malam (11/9/2026).
Tak cuma dari rombongan BPH Migas, turut hadir pula Ketua Hiswana Migas Area Besuki, Ikbal Wilda Fardana, Anggota DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, serta perwakilan dari pihak Pertamina Patra Niaga yang ikut melihat langsung kondisi antrean di SPBU.
Baca Juga: Ada 32.828 Guru Lolos Program Beasiswa S1/D4 Kemendikdasmen 2026, Kuliah Tetap Bisa Sambil Mengajar
Dalam sidak tersebut, Wahyudi membeberkan biang kerok di balik langkanya BBM di Jember.
Menurutnya, akar masalah bersumber dari tersendatnya jalur distribusi utama yang selama ini mengandalkan suplai dari Integrated Terminal Tanjung Wangi di Banyuwangi.
"Posisi Tanjung Wangi akan ada hambatan apabila di sana kendaraan-kendaraan logistik yang mengirim barang lintas pulau terjadi intensitas yang cukup besar," ungkapnya.
Baca Juga: Polresta Karawang Imbau Bobotoh Tak Berangkat ke Jakarta, Nobar di Karawang Saja
Ia merinci bahwa kemacetan parah di kawasan pelabuhan tersebut dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi bersamaan.
Berdasarkan data yang dihimpun timnya, terdapat kenaikan volume pengiriman barang logistik sebesar 12 persen, disusul lonjakan pergerakan kendaraan roda dua dari Banyuwangi menuju Bali yang menembus angka 42 persen.
Kondisi jalur yang ramai ini, ditambah adanya proyek peningkatan kapasitas perbaikan dermaga, membuat armada tangki BBM yang seharusnya meluncur ke Jember justru terjebak macet di jalan.
Baca Juga: Tim 9 Kejagung Punya Cukup Bukti Febrie Adriansyah Lakukan Pemerasan Kasus Jiwasraya
Hal inilah yang memicu efek domino berupa kekosongan stok berulang hingga antrean mengular di Jember dalam beberapa hari terakhir.
Agar tidak semakin merugikan masyarakat, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah taktis dengan mengalihkan rute rantai pasok.
"Pertamina Patra Niaga telah menerapkan suplai yang gangguan dari Tanjung Wangi, Banyuwangi tadi disuplai dari Surabaya. Sebanyak 15 unit truk mensuplai khusus untuk Jember," tegas Wahyudi.
Melalui skema rekayasa distribusi logistik ini, tidak hanya Jember yang mendapat suntikan pasokan dari depo Surabaya, melainkan juga wilayah Situbondo dan Bondowoso.
Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan energi di Kabupaten Lumajang, seluruh kebutuhan BBM-nya kini dipasok penuh dari depo Pertamina di Malang.
Baca Juga: Foto Terakhir Pemandu 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Sangat Dekat dengan Anak Gunung Krakatau
Meski akan memakan waktu lebih lama, tapi diharapkan mampu menormalkan ketersediaan BBM sehingga masyarakat tidak perlu mengantre panjang lagi.
Wahyudi juga menghimbau agar masyarakat Jember untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk membeli dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. Jika melihat ada kepadatan atau antrean di SPBU, jangan dipaksakan untuk ikut mengantre. Kami bersama Pertamina, DPRD Kabupaten Jember, dan Hiswana terus memonitor serta bahu-membahu memperlancar distribusi BBM di Kabupaten Jember,” pungkasnya. ***



