POJOKSATU.id, JEMBER - Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali sukses diselenggarakan dengan sangat megah dan meriah pada Minggu siang (26/7/2026). 

Perhelatan fashion berskala internasional ini tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Jember.

Bertempat di Alun-Alun Jember, JFC 2026 yang mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) dibuka secara epik melalui pentas teatrikal dari seluruh defile. 

 Baca Juga: Menkopolkam: Internet Jadi Alat Perekrutan Teroris, Pemda Diminta Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

Pertunjukan tersebut menceritakan perjalanan Dewi Bumi, Gaia, yang memukau penonton.

Kemeriahan dilanjutkan dengan aksi JFC Marching Band dan parade para artis yang melebur dalam segmen JFC Harmony, serta penampilan memukau dari para Puteri Indonesia.

Setelahnya, parade defile dimulai dengan suguhan pertama bertajuk "Root", yang kental akan nuansa Sumatera melalui ciri khas rumah gadang dan sapi. 

 Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 6 Anggotanya Ditangkap Gegara Peredaran Gelap Narkotika

Penampilan ini disusul oleh defile "Noise" yang mengangkat tema kebisingan melalui penggunaan topeng-topeng unik, serta defile "Conscience" yang membawa atmosfer pejuang Yunani dan Romawi.

Parade semakin memanjakan mata saat defile "Gaia" tampil menyajikan keindahan warna-warni batu karang dan birunya lautan. 

Disusul oleh defile "White Guardian" yang tampil serba putih dengan nuansa beruang kutub dan salju. 

 Baca Juga: Ekonomi Indonesia Dihadapkan Tantangan Global, KUII VIII Dorong Green Economy sebagai Jalan Pertumbuhan Baru

Secara berurutan, panggung jalanan Jember kemudian dimeriahkan oleh defile Pandemic, Rebirth, dan Sanctuary, sebelum akhirnya ditutup dengan parade puncak.

Acara berskala internasional ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. 

Selain Bupati Jember Gus Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan Presiden JFC Budi Setiawan, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak beserta istri Arumi Bachsin, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. 

Turut hadir jajaran OPD, Prokopim Jember, dan pejabat daerah lainnya.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Jember Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. 

Baca Juga: Klarifikasi Tukang Nasi Uduk Pemicu Bentrok Warga di Matraman, Ternyata Gegara Geber Motor

Ia menegaskan bahwa JFC bukan sekadar acara hiburan, melainkan produk daerah yang telah sukses mengukir prestasi hingga kancah global.

"JFC adalah produk daerah yang hari ini sudah menasional, bahkan menginternasional. Boleh tepuk tangan untuk JFC." seru Gus Fawait dengan bangga.

Gus Fawait juga memaparkan dampak nyata dari penyelenggaraan JFC terhadap perekonomian Jember.

 Baca Juga: Praktisi Pajak Ingatkan Status Keimigrasian WNA Jadi Kunci Analisis Pajak Penghasilan di Indonesia

Ia menyebut bahwa karnaval ini menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Tahun 2025, pertumbuhan ekonominya melesat. Awal 2026, pertumbuhan ekonomi kita adalah yang tertinggi di daerah Sekar Kijang," ungkapnya, 

Gus Fawait meyakini bahwa capaian tersebut salah satunya dipicu oleh sektor pariwisata yang terus berkembang.

Baca Juga: Keluarga Ungkap Momen Terakhir Penjaga Rumah Febrie yang Tewas, Curhat Soal Dijanjikan Mobil

Lebih jauh, Gus Fawait menekankan bahwa kesuksesan JFC, yang diselenggarakan dengan dukungan minim dari pemerintah daerah, justru memberikan manfaat ekonomi yang luar biasa, terutama bagi sektor ekonomi informal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui gelaran JFC, Pemkab Jember telah membuktikan komitmennya untuk melindungi dan memajukan masyarakat kelas bawah.

"Ini yang dipesankan oleh Presiden kebanggaan kita, Pak Prabowo, bahwa wong cilik, orang yang tidak mampu, yang harus kita bela," tegas Gus Fawait.

"Maka, Pemkab Jember melalui JFC mewujudkan itu semua, dan insyaallah para UMKM, para pekerja sektor ekonomi informal yang ada di belakang-belakang, merupakan wujud apa yang dipesankan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," tutupnya.***