POJOKSATU.id, JEMBER - Masalah kekeringan menahun yang kerap menghantui para petani di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah kini akhirnya berhasil diurai oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Langkah konkret ini dibeberkan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Jember sekaligus Ketua Fraksi Nasdem, David Handoko Seto, usai mengikuti kunjungan kerja bersama Bupati Jember, Gus Fawait.

David mengungkapkan bahwa Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember telah sukses mengeksekusi program prioritas berupa optimalisasi lahan pertanian seluas kurang lebih 20 hektar.

Baca Juga: Tangis Ibu Santri Korban Dugaan Dibakar Hidup-hidup Pecah di DPR, Minta Keadilan untuk Sahri Sobirin

Area persawahan yang sangat luas tersebut sebelumnya dinilai kurang produktif karena mengalami kendala serius pada sistem pasokan air.

"Sawah 20 hektar itu awalnya di tahun sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun karena memang kecukupan airnya tidak sampai di sawah-sawah tersebut," ujar David membeberkan persoalan krusial di lapangan, Selasa, (14/7/2026). 

Ia menambahkan bahwa kendala teknis berupa air yang bocor dan terserap tanah secara percuma menjadi penyebab utama pasokan tidak mengalir optimal.

Baca Juga: Segera Pendaftaran Rekrutmen SKK Migas 2026 Ditutup 14 Juli, Ini Link dan Ketentuannya

Bersyukurnya, pembangunan infrastruktur jaringan irigasi baru yang digarap pemerintah kini telah rampung dan bisa langsung dirasakan manfaatnya.

David menegaskan bahwa dengan infrastruktur yang mumpuni ini, distribusi air ke lahan-lahan pertanian warga dipastikan menjadi jauh lebih lancar.

"Hari ini dengan adanya pembangunan infrastruktur irigasi yang menaungi hamparan 20 hektar tersebut, insyaallah ke depan setelah ini infrastruktur jadi, maka optimalisasi lahan akan bisa didapat," tegasnya.

Baca Juga: Menuju Era Literasi Modern, Perpustakaan Gasibu Siap Bertransformasi Digital

Pasokan air yang melimpah dan lancar tersebut otomatis akan mendongkrak frekuensi masa tanam serta masa panen para petani setempat.

Pihak legislatif memproyeksikan area persawahan di Jenggawah tersebut nantinya bakal mampu ditanami padi hingga beberapa kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.

"Sehingga 20 hektar sawah ini nantinya akan bisa ditanami 2 sampai 3 kali setahun," sambung legislator dari Fraksi Nasdem tersebut.

Terobosan di sektor pertanian ini dinilai sejalan dengan visi besar pemerintah pusat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

David pun berharap pembenahan irigasi ini dapat memperkokoh posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu lumbung pangan penyangga bagi Jawa Timur dan Indonesia. ***