POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membawa kabar gembira bagi para pahlawan pendidikan keagamaan di wilayahnya.

Pemkab memastikan bahwa pencairan dana insentif untuk para guru ngaji dan ketua kelompok pengajian akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Rencananya, penyaluran dana apresiasi dari pemerintah daerah tersebut akan mulai dieksekusi antara bulan September hingga Oktober mendatang.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Minta PMJ Usut Tuntas Penyebab Tewasnya Penjaga Rumah Eks Jampidsus

Kepastian penyaluran insentif ini disampaikan langsung dalam rangkaian agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan).

Acara silaturahmi tersebut berlangsung hangat dan interaktif di Pemandian Patemon, Kecamatan Tanggul, pada hari Senin (28/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Jember Gus Fawait secara terbuka meminta progres penyaluran dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember.

Baca Juga: 14 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak SD yang Seru, Edukatif, dan Mudah Disiapkan di Sekolah

Gus Fawait sengaja menanyakan hal tersebut agar kepastian waktu penyaluran insentif benar-benar didengar langsung oleh para pengurus pengajian dan guru ngaji yang hadir.

Menjawab instruksi bupati, Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, memberikan laporan bahwa proses pendataan calon penerima insentif sejauh ini telah rampung seratus persen.

Meski data sudah terkumpul, Hafid menjelaskan bahwa proses pencairan dana masih tertunda sesaat karena harus menunggu tahapan pengesahan Perubahan APBD (P-APBD).

Baca Juga: Hanya 26,4 Persen Publik yang Berpersepsi Positif atas Penegakan Hukum di Masa Prabowo

"Alhamdulillah pendataan sudah selesai. Untuk realisasi anggaran tinggal menunggu ketetapan PABPD," ungkap Hafid memberikan klarifikasi di hadapan warga.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Jember menargetkan penyaluran insentif tersebut dapat dieksekusi secara serentak di masing-masing balai desa pada bulan Oktober mendatang.

Mendengar laporan tersebut, Bupati Gus Fawait langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya.

Ia meminta seluruh pihak terkait di Pemkab Jember untuk berkomitmen penuh memastikan hak-hak para pendidik keagamaan disalurkan tepat pada waktunya.

Bupati juga menggaransi bahwa skema insentif untuk guru ngaji maupun ketua kelompok pengajian dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada kendala.

Baca Juga: 14 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak SD yang Seru, Edukatif, dan Mudah Disiapkan di Sekolah

Tak sekadar membahas insentif, Gus Fawait turut memanfaatkan pertemuan strategis itu untuk menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) Pemkab Jember.

Ia secara khusus meminta bantuan para guru ngaji dan pimpinan kelompok pengajian untuk menjadi corong informasi program berobat gratis tersebut kepada masyarakat luas.

Gus Fawait mengaku prihatin lantaran masih banyak warga Jember yang ragu dan takut berobat ke fasilitas kesehatan karena alasan ketiadaan biaya.

Baca Juga: Pilot Muda Asal Karawang Jadi Terdakwa di Papua, Orang Tua Sebut Anaknya Korban Konspirasi

Padahal, menurut bupati, sejak tanggal 1 April lalu seluruh pemegang KTP Jember sudah berhak mendapatkan akses layanan kesehatan secara cuma-cuma.

"Masih ada warga yang takut berobat ke rumah sakit karena khawatir masalah biaya, padahal layanan gratis ini berlaku di Puskesmas maupun rumah sakit di seluruh Indonesia," tuturnya.

Melalui program UHC, hampir seluruh jenis pengobatan medis warga akan ditanggung oleh pemerintah, kecuali untuk kasus khusus seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau tindakan ilegal lainnya.

Baca Juga: Teka-teki Kematian Sutrimo Ajudan Febrie Adriansyah, Sosok Pemesan Ambulans Online Masih Jadi Misteri

Dalam pesannya, Gus Fawait juga mewanti-wanti jajaran fasilitas kesehatan daerah, termasuk RSUD dr. Soebandi, untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan adil.

Ia menekankan agar pihak rumah sakit tidak pernah membeda-bedakan kualitas pelayanan antara pasien umum yang berbayar dengan pasien pengguna layanan UHC gratis.

"Kami titip pesan kepada ibu-ibu dan para guru ngaji, tolong sampaikan informasi program berobat gratis ini kepada jemaah dan wali santri," pinta Gus Fawait.

Ia berharap, dengan masifnya informasi dari para tokoh agama di desa-desa, tidak ada lagi warga Jember yang menahan sakit di rumah hanya karena ragu memikirkan biaya pengobatan. ***