POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tunjukan kepedulian kepada masyarakat di tengah situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU.
Tidak hanya menerapkan kebijakan work from home (WFH) dan sekolah daring, Pemkab Jember juga mengerahkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga para camat untuk turun langsung ke lapangan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa aksi serentak ini dilakukan untuk menyapa sekaligus membagikan bantuan logistik ringan kepada masyarakat yang sedang mengantre di SPBU.
Baca Juga: Longsor Kutawaringin Ditangani Gotong Royong, KDS Siapkan Bantuan Rumah hingga Perbaikan Irigasi
Langkah ini mulai menyasar warga yang mengantre di SPBU Baratan dan SPBU Arjasa pada Kamis (10/9/2026) siang.
"Kami minta seluruh OPD dan camat untuk serentak turun menyapa masyarakat yang sedang antri BBM. Ada yang membagikan air mineral, snack, hingga nasi kotak. Bahkan, hari ini beberapa Dapur MBG (makan bergizi gratis) juga kami gerakkan," ujar bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.
Gus Fawait menegaskan, aksi sosial ini digelar guna memberikan dorongan moral serta membuktikan kehadiran nyata pemerintah di tengah masa sulit yang dialami warga.
Baca Juga: Isi Lengkap SE BKN Nomor 7 Tahun 2026? Ini Tautan Akses Dokumen Resminya!
"Menunjukkan bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat dan pengusaha untuk peduli di tengah kesulitan masyarakat," imbuhnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyadari sepenuhnya bahwa regulasi dan pemenuhan suplai BBM berada di bawah kewenangan penuh PT Pertamina.
Oleh sebab itu, intervensi kebijakan Pemkab Jember, seperti memberlakukan WFH bagi ASN dan pembelajaran daring bagi para siswa, ditujukan demi menekan volume penggunaan kendaraan harian agar proses pengisian BBM di lapangan lekas terurai.
Baca Juga: Diduga Minta Uang Koordinasi hingga Rp15 Juta, Oknum Kadus Puseurjaya Jadi Sorotan
"Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan mulai jenjang PAUD/TK hingga SLTA/SMA. Pemkab Jember juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur," papar Gus Fawait merinci jangkauan aturan tersebut.
Langkah penyesuaian kerja berupa WFH ini juga difokuskan bagi para ASN di lingkungan Pemkab Jember agar mobilisasi kendaraan dinas maupun pribadi bisa ditekan semaksimal mungkin.
"Langkah ini bertujuan membantu Pertamina. Tujuannya, agar proses distribusi dan penjualan BBM di SPBU bisa kembali pulih dan normal secepatnya," pungkasnya. ***



