POJOKSATU.id, JEMBER – Semangat menuntut ilmu puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, tak padam oleh keadaan. 

Meski gedung sekolah mereka sedang dibongkar untuk perbaikan total, anak-anak ini rela mengungsi dan menjadikan mushola warga sebagai ruang kelas darurat.

Kondisi ini terpaksa dilakukan pihak sekolah lantaran bangunan lama mengalami kerusakan yang cukup parah dan tengah masuk masa rehabilitasi sejak akhir Agustus lalu. 

Baca Juga: Viral! Beredar Video Siswi MI di Jember Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG

Demi memastikan para murid tetap mendapatkan hak pendidikannya, musala pun disulap menjadi tempat belajar sementara.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 1 Sumberanget, Ardhiana Yuni Musthofa, menuturkan bahwa langkah meminjam tempat ibadah ini merupakan adaptasi terbaik untuk menyiasati keterbatasan sarana. 

Pihaknya harus memutar otak agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan aman dan tertib.

Baca Juga: Perbankan Kucurkan Kredit Rp63 Triliun di Sekarkijang, OJK Jember Catat Tren Positif Investasi Daerah, Bondowoso Bintang Utama

"Proses pembelajaran sejauh ini berjalan lancar tanpa hambatan. Meski ruang mushola terbilang sempit, kami menyesuaikannya dengan jumlah siswa," ungkap Ardhiana.

Untuk mengatasi persoalan kapasitas ruangan yang terbatas, Ardhiana menjelaskan bahwa sekolah menggunakan tiga bangunan mushola berbeda di sekitar pemukiman warga. 

Mushola yang ia ampu, misalnya, dikhususkan untuk menampung murid kelas 2 dan kelas 6.

Baca Juga: Warga Sering Ngeluh Macet dan Sampah, Pemkab Jember Akhirnya Rombak Total Aturan Pasar Tanjung

Tak hanya memecah lokasi belajar, jam masuk sekolah pun disiasati dengan sistem sif atau bergiliran. 

Siswa kelas bawah (kelas 1-3) masuk pada sesi pagi mulai pukul 07.00 hingga 09.30 WIB.

Sementara kakak tingkat mereka (kelas 4-6) mendapat jatah belajar pada sesi kedua, yakni dari pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.

Belajar di ruangan yang serba terbatas rupanya tak menyurutkan senyum ceria para siswa. 

Baca Juga: Buntut Keracunan MBG di Jember, BGN Rekomendasikan Dapur SPPG Disetop dan Ganti Kepala

Debi Veronika Aisyah, siswi kelas 6, mengaku tetap merasa nyaman dan bersemangat meski ruang geraknya jauh lebih sempit. 

Kebersamaan dengan teman-teman sebaya membuat suasana belajar tetap terasa menyenangkan.

"Tetap senang bisa belajar bareng teman-teman, walaupun tempatnya agak sempit," tutur Debi.

Baca Juga: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Mentereng 5,86 Persen Lampaui Nasional, BI Jember Beberkan Resep Rahasianya

Debi pun sempat membagikan sedikit kenangan ngenes sebelum sekolahnya mendapat sentuhan perbaikan. 

Ia menceritakan betapa menderitanya para siswa karena atap ruang kelas mereka kerap bocor saat diguyur hujan, ditambah kondisi dinding bangunan yang sudah berlubang di berbagai titik.

Kini, di tengah sempitnya ruang musala, para guru dan siswa hanya bisa bersabar dan menaruh harapan besar. 

Baca Juga: Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Didengar, Pemkab Jember Gerak Cepat Terjunkan Satgas Gabungan

Mereka berdoa agar pengerjaan proyek renovasi gedung SDN 1 Sumberanget bisa segera dirampungkan, sehingga proses belajar mengajar bisa kembali dilangsungkan di ruang kelas yang aman, nyaman, dan pastinya representatif. ***