POJOKSATU.id, JEMBER - Politeknik Negeri Jember atau Polije bersama PT Rolas Nusantara Medika mulai mematangkan rencana strategis untuk mendampingi pondok pesantren di Jember dalam mengelola sampah organik.

Pertemuan koordinasi awal ini dilakukan langsung di salah satu yayasan pesantren guna menyamakan visi besar terkait penyusunan program pelestarian lingkungan.

Kerja sama ini dirancang dengan mengusung konsep tripartit yang melibatkan pihak kampus, perusahaan, dan pesantren.

Baca Juga: Bukan Sekadar Juara, AXIS Nation Cup 2026 Jadi Panggung Pemain Futsal Muda Bogor

Tujuannya bukan sekadar menghadirkan solusi konkret atas masalah penumpukan sampah, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan di kalangan para santri.

Perwakilan PT Rolas Nusantara Medika, Tony Hermawan, meyakini bahwa kemitraan strategis ini mampu menciptakan ekosistem pengolahan limbah yang mandiri dan berkelanjutan.

Secara tidak langsung, ia menyebutkan bahwa kolaborasi tersebut difokuskan untuk menuntaskan polemik sampah organik yang belum terolah secara maksimal, yang dipadukan dengan program pemberdayaan masyarakat pesantren.

Baca Juga: Kampus UI Depok Ditutup Sementara pada 9 Agustus 2026, Ini Dampaknya bagi Mahasiswa dan Masyarakat

Inisiatif lintas sektor ini disambut dengan tangan terbuka oleh kalangan akademisi.

Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije, Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P., menyatakan kesiapan penuh kampusnya dalam menyukseskan sinergi tersebut.

Sebagai modal awal, Polije saat ini sudah memiliki fasilitas pengolahan sampah organik yang beroperasi aktif di dalam kampus.

Baca Juga: 17 Tahun Cetak Agen Perubahan, AHM Kalibrasi Kompetensi Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia

Melalui program ini, Polije berkomitmen untuk mengedukasi warga pesantren tentang tata cara menyulap limbah organik menjadi budidaya maggot serta pupuk kompos.

"Polije siap mendampingi pesantren dalam meningkatkan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai guna," ujar Yossi.

Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata pengabdian kampus terhadap kelestarian alam di sekitarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, ketiga pihak bersepakat untuk segera meresmikan kerja sama ini melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tripartit.

Setelah dokumen resmi disepakati, tim gabungan akan langsung merumuskan teknis pelaksanaan dan terjun memberikan pendampingan praktik di lapangan.***