POJOKSATU.id, JEMBER – Musim kemarau kembali memicu bencana, di mana sedikitnya 94,01 hektare kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ludes dilalap si jago merah.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Selasa (8/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) ini, sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga.
Pasalnya, kobaran api terus merambat ganas hingga berjarak hanya sekitar 100 meter dari kawasan permukiman penduduk.
Baca Juga: Prabowo Kembali ke Luar Negeri, Total Lawatan Disebut Tembus 58 Kali: Setara Jokowi 10 Tahun
Kepanikan paling memuncak dirasakan oleh warga di RW 11 Dusun Krajan, Desa Curahnongko.
Selain ancaman api yang semakin mendekat, kepulan asap tebal dari arah hutan yang terbakar membuat sejumlah warga mengeluhkan mata perih hingga mengalami gangguan pernapasan.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember, M. Zaenudin Permana, menjelaskan bahwa titik awal kebakaran terdeteksi di wilayah barat kawasan hutan Desa Curahnongko, sebelum akhirnya meluas tak terkendali hingga ke Dusun Krajan 2, Desa Andongrejo.
Baca Juga: BPS Bongkar Rahasia Penentuan Desil Bansos, Ternyata Pakai Machine Learning Berbasis Kabupaten!
“Kebakaran awalnya diketahui dari bagian barat kawasan hutan dan lahan Desa Curahnongko. Api kemudian menjalar dan membakar dedaunan kering, ilalang, serta tanaman rambat,” ungkap Zaenudin dalam laporan resminya, Sabtu (12/9/2026).
Kondisi angin yang bertiup cukup kencang di lokasi kejadian membuat api dengan cepat merambat luas.
Situasi ini diperparah dengan medan yang ekstrem, sehingga menyulitkan proses penanganan darurat oleh petugas gabungan.
Baca Juga: Polemik ‘Anjing Penjaga’, Kolom Komentar Instagram Wali Kota Depok Dipenuhi Sorotan Netizen
Akses menuju titik-titik api sama sekali tidak bisa dijangkau menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
"Menuju titik api harus ditempuh dengan berjalan kaki karena medannya menanjak," tambahnya.
Akibat kendala geografis tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jember, Resort TNMB Andongrejo, Muspika Tempurejo, TNI-Polri, hingga warga setempat terpaksa memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya secara manual.
Upaya dramatis mencegah masuknya api ke area permukiman baru membuahkan hasil pada Jumat siang.
Tepat pukul 14.23 WIB, tim gabungan akhirnya berhasil menjinakkan seluruh titik api.
Baca Juga: Jangan Sampai Berkas Ditolak! Ini Ketentuan Penting Pengajuan Mutasi ASN di Aplikasi Terbaru BKN
Pascakebakaran, tim TRC-PB BPBD Jember dan petugas TNMB langsung melakukan pemantauan intensif di lokasi guna memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu titik api baru.
Beruntung, hingga Jumat sore, kondisi di sekitar area kebakaran telah dinyatakan aman dan kondusif, sehingga tim ditarik mundur kembali ke markas.
Guna mencegah insiden serupa terulang, BPBD Kabupaten Jember mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan jenis apa pun selama puncak musim kemarau.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Resmi Pre-Order, Harga Mulai Rp21 Jutaan dan Ada Banyak Cara Upgrade
Warga juga didorong untuk proaktif dan segera melapor ke pihak berwenang jika melihat kepulan asap mencurigakan di area hutan. ***



