POJOKSATU.id, JEMBER - Krisis air bersih akibat dampak nyata dari fenomena "El Nino" kini mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember.
Merespons jeritan warga yang kesulitan air, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus bergerak cepat memasok air bersih ke pemukiman terdampak.
Langkah taktis kemanusiaan ini salah satunya difokuskan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember.
Baca Juga: Pengamat Soroti Penilaian S dan P soal Peran DSI Optimalisasi Penerimaan Negara
Tepat pada aksi keenam yang digelar Selasa (14/7), PMI Jember tercatat telah menggelontorkan total 29.975 liter air bersih.
Pasokan air melimpah ini dialokasikan khusus untuk menyelamatkan 66 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 158 jiwa.
Untuk memastikan kebutuhan harian warga terpenuhi, PMI Jember rutin mengerahkan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali.
Air dari armada tangki tersebut kemudian didistribusikan langsung untuk mengisi enam tandon air berkapasitas besar di sekitar rumah warga.
Penanganan cepat krisis kekeringan di Jember ini ternyata mendapat perhatian serius dan pemantauan langsung dari pengurus PMI Provinsi Jawa Timur.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jatim, Dr. Edi Purwinarto bersama anggotanya Amin Istighfarin, turun gunung meninjau lokasi pada Selasa pagi.
Baca Juga: Jaksa Agung Ajukan Kuntadi Calon Tunggal Jampidsus ke Presiden Pengganti Febrie Adriansyah
Rombongan dari provinsi tersebut melihat langsung bagaimana para relawan mengisi tandon dan wadah-wadah air milik warga yang sudah bersiap sejak pagi.
Edi Purwinarto mengungkapkan bahwa ancaman kekeringan akibat El Nino ini diprediksi masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
"El Nino ini berdampak pada musim kemarau dan bergerak mulai bulan Juli sampai Agustus untuk tahap awal, kemudian puncaknya berlanjut Agustus hingga Oktober bahkan diprediksi bisa berlanjut sampai awal tahun 2027," ujar Edi di sela-sela pemantauan.
Ia juga membeberkan peta kerawanan di mana ada 29 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang memiliki potensi tinggi mengalami kekeringan.
Hingga saat ini baru ada 11 daerah yang resmi menyatakan status darurat kekeringan, dan baru 6 daerah yang sudah aktif mendistribusikan air bersih.
Baca Juga: MPLS Pancawaluya SMKN 2 Karawang Dimulai, Cetak Lulusan Vokasi Berkarakter dan Siap Kerja
Usai menuntaskan pemantauan di titik kekeringan Jember, pihak PMI Jawa Timur dijadwalkan akan langsung bertolak untuk meninjau krisis serupa di Kabupaten Bondowoso. ***



