POJOKSATU.id, JEMBER – Tiga kali mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kurun waktu kurang dari satu tahun membuat Pemerintah Kabupaten dan DPRD Jember harus segera menemukan solusi.

Berdasarkan hasil mitigasi, krisis BBM di kawasan ini bersumber pada distribusi yang sering bermasalah.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, mengungkapkan bahwa kelangkaan yang terjadi berulang kali ini disebabkan oleh kendala rantai pasok yang selama ini terlalu bergantung pada depo di Banyuwangi. 

Baca Juga: Seleksi Guru SILN dan CLC 2026, Simak Rincian 174 Formasi, Penempatan, Sistem Kontrak dan Gaji

Menurutnya, tingginya populasi Jember sebagai kabupaten terbesar ketiga di Jawa Timur membuat tingkat konsumsi BBM sangat masif.

Hal itu berakibat jika ada sedikit saja gangguan di jalur distribusi, maka akan berdampak ke stok BBM di Jember

"Dalam masa tidak sampai satu tahun ini sudah ada tiga kali fenomena kelangkaan. Hasil mitigasi menunjukkan masalahnya hampir sama, yaitu masalah distribusi. Jember dengan jumlah penduduk ketiga terbesar di Jawa Timur butuh BBM sangat besar, cuma distribusinya sangat bergantung pada Banyuwangi," ungkap Hanan saat dikonfirmasi, Rabu, (16/9/2026).

Baca Juga: Sourdough Discard Jangan Dibuang, Bisa Jadi Roti Kurma Kismis yang Legit

Hanan menyoroti kerentanan jalur logistik dari Banyuwangi menuju Jember. 

Kawasan Gunung Gumitir dan area pelabuhan ASDP kerap menjadi titik kemacetan tak terduga yang menghambat laju armada tangki Pertamina.

“Akses jalan Banyuwangi ke Jember itu gampang sekali terganggu oleh kondisi-kondisi yang tidak bisa diprediksi. Ke depan kita tidak bisa memprediksi kondisi Gumitir seperti apa di tengah musim penghujan, longsor atau apa. Kalau kita berjalan muter lewat Situbondo, juga memakan waktu yang lama,” tegasnya.

Baca Juga: Kapan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa Unggulan 2026? Cek Jadwal Terbarunya

Sebagai jalan keluar, Hanan menjelaskan bahwa pihak BPH Migas, Pertamina, dan DPRD Jember sepakat mengenai urgensi pembentukan hub atau depo penampungan sementara di wilayah Jember Barat. 

Rencananya, hub ini akan dipasok langsung dari Surabaya, bukan lagi dari Banyuwangi.

Depo tersebut nantinya akan memegang peran krusial untuk menyimpan stok cadangan selama satu hingga dua hari. 

Menariknya, fasilitas ini tidak hanya mengamankan kebutuhan Jember, tetapi juga diproyeksikan sebagai penyangga stok darurat bagi Kabupaten Lumajang dan Bondowoso.

Baca Juga: Gubernur Jabar Siapkan Dua Opsi Penanganan Jalan Badami–Loji Karawang, Jalur Khusus Kendaraan Industri Disiapkan

“Jember itu butuh langkah-langkah untuk mengurai atau mengurangi hasil mitigasi tersebut. Salah satunya, Jember butuh semacam hub atau depo sementara yang ada cadangan untuk satu kali distribusi. Ketika ada apa-apa dengan distribusi, tidak tiba-tiba semua BBM itu langka,” papar Hanan.

Terkait skema pengiriman dari Surabaya, terdapat dua opsi transportasi yang tengah dikaji. 

Pertama, memanfaatkan jalur kereta api menggunakan lahan bekas stasiun peti kemas di Stasiun Rambipuji. 

Baca Juga: Carut Marut MBG Korwil BGN Purwakarta Kena Mental Dicecar Murka Ketua Komisi III DPRD, Dua Kali Dipanggil Ke Dewan Tak Pernah Datang

Kedua, menggunakan armada truk tangki melalui jalan nasional.

“Opsi yang kereta juga kita sampaikan kemarin, karena kalau kita tahu di Stasiun Rambipuji itu kan ada bekas stasiun peti kemas. Kalau kereta itu mungkin akses pengirimannya akan lebih cepat, cuma kelemahannya tidak bisa segera realisasi karena melibatkan banyak pihak," jelasnya.

Sementara itu, opsi pengiriman via jalan darat dinilai lebih cepat direalisasikan meskipun waktu tempuhnya memakan waktu lebih lama, yakni sekitar 9 hingga 10 jam perjalanan dari Surabaya.

Baca Juga: Tembus 1 Juta Penonton, Yayasan AHM Gaungkan Keselamatan Berkendara di SMC 2026

Guna merealisasikan proyek strategis ini, DPRD dan Pemkab Jember berkomitmen penuh untuk melakukan percepatan birokrasi. 

"Nanti support-nya kita, pemerintah daerah, legislatif, dan eksekutif, terutama Bupati, akan diminta berkirim surat. Termasuk calon tempat yang dimungkinkan untuk menjadi hub sementara ini," pungkasnya. ***