POJOKSATU.id, JEMBER – Insiden keracunan massal yang menimpa 28 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Islah, Dusun Jatiagung, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, berbuntut panjang.
Pihak berwenang langsung mengambil tindakan tegas pasca para siswa yang keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai respons cepat, tim Koordinator Kecamatan (Korcam) Badan Gizi Nasional (BGN) Gumukmas langsung turun tangan melakukan investigasi menyeluruh ke lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiagung Gumukmas 2.
Baca Juga: Prabowo Diminta Ajukan Dua Nama Cawapres Baru, Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK
Dapur di bawah naungan Yayasan Berkah Sugih Rezeki ini merupakan pihak penyedia makanan bagi para siswa.
Tak main-main, BGN Gumukmas langsung melayangkan rekomendasi sanksi tegas kepada BGN Pusat atas kelalaian fatal tersebut.
"Rekomendasinya yaitu melakukan suspen atau penghentian operasional sementara terhadap SPPG Jatiagung Gumukmas serta mengganti Kepala SPPG," urai Kapolsek Gumukmas, AKP Edi Santoso.
Selain rekomendasi penutupan sementara, pihak kepolisian bersama BGN Korwil Jember dan unsur Muspika kini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Investigasi awal mengungkap bahwa paket MBG hari itu terdiri dari nasi putih, telur, tumis capcay, buah kelengkeng, dan susu kedelai.
Susu kedelai yang dipasok dari UD ZAM Bagorejo ini diduga kuat menjadi biang kerok keracunan.
Baca Juga: Cara Daftar BPJS Kesehatan Gratis 2026, Cek Syarat dan Langkah Pengajuannya
Untuk memastikan penyebab pastinya, tim telah menyita sampel makanan dan minuman dari lokasi kejadian.
"Sampel makanan dan minuman tersebut telah diamankan dan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Kabupaten Jember untuk menguji kandungannya," papar AKP Edi.
Terkait kondisi ke-28 korban, kepolisian memastikan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 12 anak yang mengalami gejala cukup parah langsung dilarikan ke Puskesmas Gumukmas untuk perawatan intensif.
Sementara itu, 16 anak lainnya berhasil dipulihkan lewat pertolongan pertama di sekolah menggunakan air kelapa muda dan obat ringan sebelum akhirnya dipulangkan.
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Yogyakarta Pertanyakan Penolakan WALHI atas Revitalisasi Tambak Pantura
Seperti diketahui, kasus keracunan massal ini terjadi pada Selasa (22/9/2026).
AKP Edi Santoso menjelaskan, pendistribusian makanan utama sebenarnya sudah dilakukan dengan lancar pada pukul 07.00 WIB.
Nahasnya, menu tambahan berupa susu kedelai baru tiba dan dibagikan secara susulan pada pukul 09.30 WIB.
Baca Juga: Mengenal Fashion Gyaru yang Kembali Viral, Ini Ciri Khas Makeup hingga Outfit yang Jadi Perhatian
Hanya berselang satu jam usai menenggak susu kedelai tersebut, atau tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan siswa mulai bertumbangan.
Mereka serempak mengeluhkan sakit perut melilit, pusing hebat, disusul dengan muntah-muntah, hingga akhirnya memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan viral di media sosial. ***



