POJOKSATU.id, JEMBER – Kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali digelar, Senin, (20/7/2026).

Bupati Jember, Gus Fawait kali ini menggelar kegiatan di Kecamatan Pakusari

Kehadiran Bupati Jember, Gus Fawait, langsung disambut antusiasme warga, terutama saat ia membawa sederet kabar gembira terkait peningkatan akses kesehatan gratis dan inovasi pelayanan.

Baca Juga: Ini Daftar Pemenang Tebak Juara Piala Dunia 2026 Bersama Kang HES

Gus Fawait mengutarakan rencananya meluncurkan program kesehatan "jemput bola pasien" bertajuk "Homecare" bagi masyarakat kurang mampu. 

Ia memaparkan jadwal persiapannya yang padat di mana apel kendaraan dan personel direncanakan pada hari Kamis, disusul dengan launching resmi pada hari Jumat, 24/7/2026).

Menyadari potensi kendala di awal pelaksanaan, ia mengimbau masyarakat agar tidak segan memberikan masukan.

Baca Juga: Honda ADV Indonesia Cimahi Chapter Perkuat Brotherhood Lewat Extra Ride Part 2 ke Karang Potong Ocean View

"Semangat kita adalah bagaimana memberikan pelayanan jemput bola kepada mereka yang tidak mampu yang selama ini tidak hanya membutuhkan pengobatan gratis, tetapi juga mereka yang harus ke rumah sakit dia perlu perlu mengeluarkan biaya besar, kita samperin ke rumahnya masing-masing, mohon doanya," terang Gus Fawait.

Selain layanan jemput bola, Gus Fawait memastikan kembali bahwa fasilitas berobat gratis untuk warga Jember tidak sekadar janji manis. 

Melalui program Universal Health Coverage (UHC), ia menegaskan seluruh warga Jember berhak mendapatkan pengobatan cuma-cuma.

Baca Juga: Serial Harry Potter HBO Max Pecahkan Rekor, Anggaran Produksi Jadi yang Terbesar di Dunia Streaming

Tak tanggung-tanggung, bupati turut memanggil Direktur Rumah Sakit Kalisat dan Kepala Puskesmas ke atas panggung untuk memverifikasi langsung informasi tersebut di hadapan warga. 

Ia memastikan tidak ada diskriminasi dalam pemberian fasilitas kesehatan baik itu di tingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit, pelayanannya tetap sama-sama gratis dan tanpa membedakan status.

Ia kembali menegaskan bahwa pengobatan melalui infus maupun pelayanan kesehatan lainnya akan diberikan secara gratis.

Bahkan, ia menambahkan bahwa program gratis ini juga mencakup pemeriksaan bagi ibu hamil.

Gus Fawait meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, dan kader Posyandu, untuk turut menyosialisasikan informasi ini agar tidak ada lagi warga yang enggan berobat karena khawatir akan biaya.

Baca Juga: Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026, Lengkap dengan Syarat dan Dokumen yang Harus Disiapkan

Selain isu kesehatan, kunjungan ini juga menjadi momentum bagi bupati untuk berkoordinasi langsung dengan Muspika dan para Kepala Desa di Kecamatan Pakusari terkait penanganan krisis air dan kekeringan. 

Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk memetakan kebutuhan di lapangan secara rinci, demi menemukan solusi berkelanjutan bagi masalah kekeringan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung potensi pengelolaan sampah di Pakusari. 

Baca Juga: Apa Bedanya Editor Buku dan Proofreader? Ini Tugas dan Perannya dalam Penerbitan

Gus Fawait mengungkapkan adanya rencana kerja sama dengan pihak pabrik yang tertarik mengolah sampah menjadi tenaga listrik atau Refuse Derived Fuel (RDF), yang ke depannya diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengakhiri persoalan tumpukan sampah. ***