POJOKSATU.id, JEMBER – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember kembali menegaskan komitmennya dalam membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam menyelesaikan masalah kesehatan.
Tidak sekadar berteori di atas kertas, organisasi ini langsung memberikan aksi nyata dengan telah menggelontorkan dana miliaran rupiah demi menekan angka stunting di Jember.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam rangkaian acara pelantikan pengurus IKA Unair Cabang Jember masa bakti 2025-2030 sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemkab Jember.
Baca Juga: Mahfud MD Dukung Desakan MUI, Hukuman Mati untuk Koruptor Ternyata Sudah Diatur dalam UU
Acara tersebut berlangsung khidmat saat digelar di Pendopo Jember, Senin (27/7/2026).
Turut hadir sebagai saksi dalam momentum penting tersebut Ketua Pengurus Wilayah IKA Unair Jawa Timur Tauhid Islamy, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, serta Ketua IKA Unair Cabang Bondowoso, Moch Jasin.
Selepas acara, Ketua Umum IKA Unair Jember, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT., K-Spine, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung merespons tantangan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), yang meminta para alumni memberikan kontribusi terukur.
Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Publik Soroti Sosok Pengganti dan Dampaknya ke Rupiah
Ia menjelaskan bahwa gerakan pengentasan stunting telah menjadi salah satu fokus utama IKA Unair sejak lama.
Sebagai bukti konkret, dr. Nyoman memaparkan bahwa IKA Unair pernah mendistribusikan bantuan medis dalam skala masif yang menyasar seperempat dari total populasi ibu hamil di Kabupaten Jember.
"Kalau yang kemarin kan kita berusaha bekerja sama dalam hal stunting. Kita nge-drop obat mikronutrien sebanyak 10.000 ibu hamil dari total 40.000 ibu hamil di Jember. Jadi kita cover seperempatnya, 25 persen," jelas dr. Nyoman.
Baca Juga: Kapolda Jabar dan Dandim Karawang Bahas Keamanan Wilayah, Kompak Jaga Kondusivitas Kawasan Industri
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa eksekusi program tersebut murni merupakan inisiatif dan hasil gotong royong sumber daya yang dimiliki oleh organisasi, yang nilainya tidak main-main.
"Kita dengan menggelontorkan dana membeli itu, kita kurang lebih menghabiskan 5 miliar loh waktu itu," tegasnya.
Bantuan mikronutrien ini dinilai krusial karena merupakan asupan penting bagi ibu hamil guna memastikan perkembangan janin yang optimal, sehingga bayi yang lahir terhindar dari risiko gizi buruk kronis atau stunting.
Ke depan, melalui kepengurusan baru yang resmi disahkan ini, IKA Unair Jember berjanji akan terus memperluas intervensi dan bantuan mereka di berbagai sektor.
Tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, hingga ekonomi, demi mewujudkan visi pembangunan Jember yang lebih maju dan sejahtera.***



