POJOKSATU.id, JEMBER – Keterbatasan akses fdan medan yang ekstrem tak menyurutkan langkah tenaga medis di Kabupaten Jember untuk memberikan layanan kesehatan yang merata.
Puskesmas Jelbuk terus memperluas cakupan program pemeriksaan medis dari rumah ke rumah (homecare) bagi warga terisolasi dan kelompok rentan di wilayah Kecamatan Jelbuk, Jumat (18/9/2026).
Hingga pertengahan September ini, program homecare terpantau telah menjangkau hampir seluruh sasaran warga yang terdata dalam basis data gabungan antara Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat.
Baca Juga: Alat Berat Sentul City Masuk Lahan Warga di Bojong Koneng, Pemilik Siap Tempuh Jalur Hukum
Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, membeberkan bahwa capaian realisasi kunjungan medis saat ini sudah menyentuh angka 97,9 persen dari total 773 target warga sasaran awal.
Tim medis terus mengebut sisa target agar layanan ini benar-benar menyeluruh.
"Sisa sasaran yang belum tersentuh mencakup sekitar sepuluh warga tambahan berdasarkan rekomendasi tokoh setempat. Kami optimistis seluruh target rampung sepenuhnya sebelum akhir September," tegas Machus Rovida.
Baca Juga: Perluasan SMKN 2 Bandung Sentuh 26 Rumah Warga, DPRD Jabar Turun Tangan
Guna memastikan bantuan tenaga medis ini benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan, pihak puskesmas telah melakukan langkah penyaringan ulang terhadap data penerima manfaat.
Dalam pemetaan terbaru ini, lansia yang masih tinggal bersama keluarga dialihkan dari daftar prioritas periode Agustus.
Langkah screening ketat tersebut membuat pelayanan medis pada bulan September ini dikerucutkan dan difokuskan kepada 476 penerima manfaat utama.
Baca Juga: Resep Buras Gurih dan Lembut, Cuma Pakai Santan dan Daun Pisang
Kelompok super prioritas ini meliputi balita yang terindikasi stunting, ibu hamil dengan risiko tinggi, warga penyandang disabilitas, serta kalangan lansia yang hidup sebatang kara.
Upaya memberikan layanan homecare di Kecamatan Jelbuk bukan tanpa halangan.
Meskipun sebagian besar wilayah Jelbuk berada di dataran rendah, tim medis harus berhadapan dengan tantangan geografis yang cukup berat saat harus menuju wilayah pelosok, khususnya di Desa Panduman dan Desa Sucopangepok.
Topografi kawasan yang didominasi perbukitan terjal sering kali memaksa para tenaga kesehatan untuk memarkirkan kendaraannya jauh dari lokasi.
Mereka kemudian harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menembus jalanan setapak demi bisa sampai ke kediaman warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Gerindra-PDIP Berpotensi CLBK di 2029, Faksi Solo Mulai Kehilangan Pengaruh?
Melalui program homecare yang rutin digulirkan setiap bulan ini, Puskesmas Jelbuk berharap dapat memberikan jaminan ketersediaan akses pelayanan medis dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program ini menjadi angin segar, khususnya bagi warga di pelosok yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan lantaran terkendala keterbatasan mobilitas fisik maupun kendala geografis. ***



