POJOKSATU.id, JEMBER – Pemandangan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember belakangan ini memunculkan kecurigaan.
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Area Besuki menduga kuat adanya praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh oknum-oknum nakal.
Ketua Hiswana Migas Area Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menyampaikan bahwa jika merujuk pada data di lapangan, ketersediaan BBM di Jember saat ini dalam kondisi sangat melimpah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Monitor Dapur MBG Seluruh Indonesia Pakai Tim Direktorat Perbendaharaan
“Meski ada kendala pengiriman sebelumnya di Banyuwangi, tetapi stok BBM kita sangat aman di Jember dan pasokan sudah melebihi kebutuhan,” ujar Ikbal saat memberikan keterangan, Selasa (8/9/2026).
Ikbal membeberkan bahwa suplai BBM yang digelontorkan menembus angka 952 kiloliter atau setara 952.000 liter.
Menariknya, jumlah fantastis tersebut baru mencakup dua jenis bahan bakar saja, yakni Pertalite sebanyak 720.000 liter dan Pertamax mencapai 232.000 liter.
Baca Juga: Ngeri, Hasil Lab Menu MBG Sebabkan Ratusan Siswa Keracunan di Karo Terungkap, 2 Bakteri Berbahaya
“Jadi total realisasi sebanyak 952 ribu liter, sehingga secara hitungan ini seharusnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” bebernya.
Ia menjelaskan secara rinci bahwa rata-rata konsumsi BBM harian masyarakat Jember sebenarnya hanya berkisar di angka 650.000 liter.
Jika dikalkulasi, pasokan yang disalurkan saat ini mengalami surplus lebih dari 45 persen dari total kebutuhan normal harian.
Baca Juga: USU Peringkat Kelima Indonesia di International Research Network QS WUR 2027, Kalahkan ITB
“Terlebih lagi kebutuhan harian konsumsi BBM di Jember sekitar 650 ribu liter, jadi kalau dikalkulasi angka ini sangat memenuhi dan cukup,” tegas Ikbal.
Melihat anomali antara pasokan yang berlimpah dengan fakta antrean panjang di lapangan, Ikbal meyakini ada potensi penimbunan yang memicu kelangkaan semu.
Kondisi tersebut pada akhirnya memicu kepanikan di tengah masyarakat sehingga terjadi panic buying di SPBU.
Atas dasar temuan tersebut, Hiswana Migas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun gunung dan menindak tegas mafia penimbun BBM.
Pihaknya juga mengajak masyarakat agar tidak takut bersuara jika melihat aktivitas pendistribusian yang mencurigakan.
Baca Juga: TPG dan TKG September 2026 Mulai Cair, Guru Diminta Cek Rekening
“Kami berharap kepada masyarakat yang menemukan indikasi dugaan penimbunan segera melaporkan, termasuk APH bisa bergerak cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tuturnya.
Senada dengan hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait juga menaruh atensi serius terhadap isu kelangkaan ini.
Ia mengajak warga untuk menjadi mata dan telinga pemerintah dengan ikut melakukan pengawasan secara langsung.
Baca Juga: Guru Sertifikasi dan Nonsertifikasi, Ini yang Harud Dilakukan Sebelum 10 September
Gus Fawait, sapaan akrab bupati, bahkan telah menyiapkan layanan pengaduan khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan temuan penimbunan di lapangan.
“Segera bila menemukan adanya dugaan penimbunan melaporkan ke kanal wadul gus’e dan akan kami minta APH menindak tegas serta terukur,” pungkasnya. ***



