POJOKSATU.id, JEMBER – Bupati Jember, Gus Fawait, angkat bicara menanggapi penghentian sementara operasional 46 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. 

Langkah tegas ini dinilainya sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjamin mutu dan kualitas makanan bagi anak-anak sekolah.

Sebelumnya, Satgas MBG Kabupaten Jember bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan verifikasi dan validasi (verval) ketat terhadap seluruh dapur SPPG. 

Baca Juga: Purbaya Mendadak Angkat Kaki dari Kursi Menkeu, Bersih-Bersih Pajak dan Bea Cukai Belum Tuntas

Hasil audit lapangan tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah pusat dan Badan Gizi Nasional (BGN), hingga berujung pada penghentian sementara 46 unit dapur sejak awal September 2026.

Merespons hal tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember sangat mendukung tindakan disipliner yang diambil oleh BGN demi menegakkan standar aturan.

"Bagi SPPG-SPPG yang tidak memenuhi ketentuan ya memang harus di-suspend. Kalau mereka tetap bandel ya bisa ditutup secara permanen. Tapi saya yakin para pengelola SPPG juga akan segera melakukan perbaikan-perbaikan administrasi maupun standar sesuai dengan yang ada di BGN," ujar Gus Fawait usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Jember, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Farhan Perketat Pengawasan MBG di Bandung, 3 SPPG Masuk Pengawasan Khusus

Menanggapi sorotan publik terkait besarnya jumlah dapur SPPG yang dihentikan sementara di Jember, Gus Fawait menilai angka 46 unit tersebut terbilang proporsional. 

Sebab, secara keseluruhan populasi dan jumlah unit dapur penyedia program MBG di Kabupaten Jember jauh lebih banyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya.

"Kalau soal banyak tidaknya, menurut saya ya memang jumlah dapur di Jember ini banyak. Jadi kalau dibanding kabupaten lain yang jumlah dapurnya cuma 100 lalu yang kena 20, itu persentasenya sudah sama kayak Jember," jelasnya.

Baca Juga: Keluarga Masih Menanti Kabar Chief Officer KM Virgo Transport 8 Asal Karawang

Gus Fawait justru mengapresiasi keaktifan tim verifikasi daerah dan ketegasan pusat dalam mengevaluasi penyedia layanan gizi sekolah tersebut.

"Saya malah bersyukur atas nama pemerintah kabupaten, BGN melakukan tindakan yang tegas sesuai dengan data yang diberikan oleh Pemda. Mereka melakukan tindakan untuk men-suspend puluhan SPPG agar memperbaiki administrasi dan kualitasnya. Nanti kalau sudah baik, ya pasti dibuka kembali," tambahnya.

Gus Fawait mengingatkan bahwa integritas program MBG di Jember harus terus dijaga secara kolektif.

Mengingat sasaran program ini mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, PAUD, SD, hingga SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.

Pemkab Jember memastikan akan terus memantau proses pembenahan yang dilakukan para pengelola SPPG selama masa evaluasi, agar saat operasional dibuka kembali, makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan yang ditetapkan negara. ***