POJOKSATU.id - Sejumlah 127 rumah warga di satu desa di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah rusak akibat bencana tanah bergerak sejak hari Kamis (17/4) dini hari.
Akibat kondisi tanah yang terus mengalami pergerakan sampai hari Jumat (18/4), ada 104 rumah warga terdaftar di Kecamatan Sirampog rusak berat dan tidak bisa ditempati.
Hingga Sabtu (19/4) siang hari ini, tanah bergerak masih terus terjadi,
Rumah-rumah warga terlihat semakin miring dan nyaris ambruk.
Seorang warga menuturkan sebagian besar rumah retak pada bagian dinding lantai dan atap miring.
Tanah bergerak pertama kali terjadi pada hari Kamis dini hari, kemudian kembali terjadi pada hari Jumat pagi.
Peristiwa ini bahkan menyebabkan sebagian rumah retak dindingnya hingga ada yang roboh.
Tidak hanya rumah warga, jalan akses permukiman juga retak dan amblas sehingga hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja.
Kondisi jalan perkampungan di sejumlah titik banyak yang patah dan amblas hingga 2 meter.
Menurut warga, pergerakan terbesar terjadi pada pukul 02.00 WIB Sabtu (19/4) dini hari sehingga banyak warga yang terpaksa harus meninggalkan rumah dan meninggalkan harta bendanya.
"Penanganan yang pertama yang jelas kita evakuasi warga terdampak. Saat ini ada 367 warga," kata kepala BPBD Brebes, Supriadi.
"Kalau tadi malam yang ada di lokasi posko ini baru sekitar 150, namun ternyata aspirasi warga yang tadi kami terima itu yang lainnya sekitar 100-an nanti malam akan bergabung di sini," lanjutnya.
Camat Sirampog, Slamet Raharjo menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan dapur umum untuk warga yang mengungsi.
Empat pendukuhan di Desa Mendala yang diterjang bencana tanah bergerak menyebabkan sedikitnya ada 104 rumah warga rusak dan 367 warga terpaksa mengungsi.
Warga berharap Pemkap Brebes bisa merelokasi ke daerah yang aman ketimbang memperbaiki rumahnya yang rusak.***
