POJOKSATU.id - Tanah amblas akibat luapan Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah berdampak pada jalur rel kereta api.

Insiden ini pun mengakibatkan perjalan kereta yang melintas di jalur rel Grobogan lumpuh.

Ratusan petugas unit jalan rel dan jembatan dikerahkan guna percepatan perbaikan jalur rel kereta api yang amblas tersebut.

Rel yang terdampak tanah ambles tersebut berada di jalur antara Stasiun Gubuk dan Stasiun Karang Jati, tepatnya di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubuk, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kerusakan jalur rel ini berdampak pada perjalanan kereta api di Daop 1 Jakarta khususnya di stasiun Pasar Senen.

Baca Juga: DITEMUKAN Ijazah ASLI, Ada yang Jadi Bungkus Mie, Ada Juga yang Jadi Bungkus Cabai

Rel mengalami kerusakan parah akibat luapan Sungai Tuntang hingga mengakibatkan gogosan sepanjang 100 m dengan ketinggian 3 m.

Sebagai langkah awal tim teknis Kai melakukan perbaikan dan penguatan struktur tubuh jalan rel untuk memastikan stabilitas jalur.

Penambahan material konstruksi seperti batu kericak dan sirtu, serta pemasangan perancah besi dilakukan untuk mencegah pergeseran jalur.

Rangkaian alat berat seperti ekavator dan alat berat MTT yang dipakai untuk perataan serta pemadatan batu balas telah dikerahkan.

Baca Juga: Sempat Keluhkan Sakit, Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Toilet Bus Jurusan Jakarta-Bukittinggi

"Membuat e Pondasi yang berasal dari pondasi besi peranca yang didukung dengan bantalan beton," jelas Didik Hartanto, Dirut KAI.

Selanjutnya KAI akan melakukan pengujian kelayakan rel yang telah diperbaiki.

Namun, hanya satu jalur yang akan diizinkan untuk dilewati dan kereta yang melintas harus mengurangi kecepatan untuk alasan keamanan.

"Dengan pembatasan kecepatan pertama nanti akan kita jangan 5 km per jam. Satu jalur dulu yang satu nanti akan kita lanjutkan mungkin makan dua hari lagi," lanjutnya.

Satu jalur rel kereta api telah diuji coba dengan melintaskan kereta pengangkut batu kericak.

Penyempurnaan Jalur rel tersebut dilakukan agar jalur dapat segera dilalui kereta api penumpang dan barang secara normal.***