POJOKSATU.id - Malam takbiran Idulfitri 1447 hijriah yang seharusnya penuh gema takbir berubah menjadi momen mencekam di dua wilayah Jawa Tengah.

Ledakan petasan di Grobogan dan Pekalongan menyebabkan sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka, dengan satu korban dilaporkan dalam kondisi parah.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat sore, 20 Maret 2026.

Seorang pemuda bernama M Nur Attamimi diduga tengah meracik petasan untuk merayakan malam takbiran.

Baca Juga: Welbeck Bantu Brighton Bekuk Liverpool, Zona Liga Chamions Terancam

Namun, proses tersebut justru berujung petaka.

Menurut keterangan polisi, ledakan terjadi saat korban mencoba melubangi petasan menggunakan paku untuk memasang sumbu.

“Korban menutup ujung petasan dengan cara dipukul, lalu terjadi ledakan,” ujar Ipda Arif Suryanto.

Suara ledakan keras langsung mengagetkan warga sekitar.

Salah satu tetangga yang mendengar suara tersebut segera mendatangi lokasi.

Baca Juga: Heboh Isu Bupati Gowa Selingkuh dengan Mantan Sopir Pribadi, Begini Klarifikasi Husniah Talenrang

Korban ditemukan dalam kondisi terkapar di dalam kamar dengan bekas ledakan di sekitarnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar di wajah dan leher, serta patah tulang pada bagian lengan.

Selain itu, terdapat luka lecet di beberapa bagian tubuh dan lebam di kedua mata.

Ledakan Kedua Hancurkan Rumah

Beberapa jam berselang, insiden serupa kembali terjadi di Kota Pekalongan.

Ledakan besar terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, pada dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.

Kali ini, dampaknya jauh lebih luas.

Ledakan tidak hanya melukai korban, tetapi juga merusak bangunan rumah di lokasi kejadian.

Baca Juga: WFH 1 Hari Tak Berlaku Semua Sektor, ASN Wajib Simak Penjelasan Resmi Pemerintah

Genteng rumah bahkan dilaporkan beterbangan akibat kuatnya tekanan ledakan.

Ketua RT setempat, Edi Purnomo, mengaku terbangun karena suara dentuman keras.

“Saya keluar rumah dan melihat asap tebal dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Saat mendekat, ia melihat sejumlah korban berhamburan keluar dalam kondisi luka.

Baca Juga: Open House Prabowo Diserbu Warga, SBY Bersama Keluarga Turut Hadir

Warga pun langsung bergerak cepat memberikan pertolongan.

“Korban sekitar sembilan orang. Satu orang luka parah,” tambahnya.

Para korban kemudian dilarikan ke RS Siti Khotijah Pekalongan untuk mendapatkan perawatan medis.

Penyelidikan Polisi

Di lokasi kejadian, polisi menemukan puluhan selongsong petasan.

Sebanyak 35 selongsong diketahui sudah terisi bahan peledak, sementara enam lainnya masih kosong.

Dari hasil keterangan saksi, para korban disebut membeli sekitar 1,5 kilogram bubuk petasan.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Korban sembilan orang luka-luka. Kami lakukan olah TKP dan periksa saksi-saksi,” ujarnya.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya meracik petasan secara mandiri.

Euforia perayaan yang tidak diimbangi dengan kewaspadaan justru dapat berujung pada risiko besar.

Malam yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi duka bagi para korban dan keluarga mereka.***