POJOKSATU.id - Gerakan Pangan Murah Jambi menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jambi dalam menstabilkan harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah Jambi dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani di halaman depan TVRI Jambi.

Dalam Gerakan Pangan Murah Jambi, pemerintah menghadirkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak, telur, dan cabai dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Heboh SPPG Ponorogo Dibekukan, Pemilik Yayasan Ngaku Cucu Menteri dan Diduga Mark Up Anggaran

“Gerakan Pangan Murah ini membantu menstabilkan pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau,” ujar Abdullah Sani.

Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah Jambi juga berperan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Ketika harga pangan stabil, daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi daerah bergerak lebih sehat,” katanya.

Baca Juga: Mahfud MD Sindiran Keras ke Pemerintah, RI Tak Berani Kecam Serangan AS-Israel ke Iran

Menurutnya, dinamika harga pangan dipengaruhi berbagai faktor seperti distribusi, cuaca, produksi, hingga kondisi ekonomi global.

Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong langkah strategis melalui penguatan distribusi, menjaga ketersediaan stok, serta mendukung produksi petani lokal.

Kepala Stasiun TVRI Jambi, Herly Marjoni mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah.

Baca Juga: Mengenal Politeknik Negeri Jakarta, Kampus Vokasi Unggulan yang Siapkan Lulusan Siap Kerja

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah menegaskan program ini efektif menjaga stabilitas harga.

“Gerakan Pangan Murah hadir langsung di tengah masyarakat dengan harga di bawah pasar,” katanya.

Sebagai penutup, Gerakan Pangan Murah Jambi diharapkan terus menjadi solusi dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah menjelang Lebaran.***