POJOKSATU.ID – Kehadiran Jambi Business Center (JBC) dinilai menjadi salah satu simbol modernisasi dan kemajuan pembangunan di Provinsi Jambi.

Kawasan bisnis modern tersebut disebut mencerminkan transformasi daerah menuju pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dan berdaya saing.

Founder LBH NADI, Elas Anra Dermawan, S.H., menilai pembangunan JBC tidak hanya menghadirkan pusat aktivitas bisnis.

Baca Juga: Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia Usia 76 Tahun di RSPAD Jakarta Karena Sakit

Tetapi juga menjadi representasi perubahan wajah Kota Jambi yang semakin modern dan terbuka terhadap perkembangan ekonomi.

Menurutnya, dalam perspektif hukum pembangunan, pembangunan infrastruktur modern merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi.

“JBC menjadi salah satu penanda bahwa Provinsi Jambi mulai bergerak menuju pembangunan yang lebih modern dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Elas Anra Dermawan.

Baca Juga: Meninggal di RSPAD Jakarta, Ini Sosok Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu Menjabat KSAD Era Megawati

Elas menjelaskan, pembangunan JBC menunjukkan arah pembangunan yang tidak lagi hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada penguatan pusat ekonomi, modernisasi tata kota, dan peningkatan kualitas ruang publik.

Ia menilai kawasan tersebut telah memberikan kontribusi terhadap perubahan citra Kota Jambi sebagai daerah yang semakin berkembang dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Dalam konteks pembangunan daerah, simbol kemajuan seperti JBC dinilai penting untuk membangun optimisme masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi daerah.

Baca Juga: Kebijakan Gaji ke-13 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Komponen dan Jadwal Pencairannya

Menurut Elas, ukuran kemajuan daerah saat ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan menghadirkan pusat ekonomi modern, infrastruktur yang memadai, serta tata kota yang berkembang.

“Kehadiran JBC memperlihatkan bahwa Jambi mulai bergerak keluar dari paradigma lama sebagai daerah berkembang menuju daerah yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.

Selain menjadi simbol modernisasi, JBC juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas terhadap berbagai sektor usaha.

Aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan tersebut disebut berpotensi mendorong perkembangan sektor perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peningkatan aktivitas ekonomi tersebut diharapkan mampu memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi.

Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Ini Dasar Penentuan Jurusan PPG yang Sering Disalahpahami

Meski demikian, Elas mengingatkan bahwa pembangunan modern harus tetap berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip keadilan sosial.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pertumbuhan investasi tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup, tata ruang, serta perlindungan terhadap ekonomi masyarakat kecil.

“Modernisasi yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa meninggalkan nilai keadilan sosial,” tegasnya.

Baca Juga: Fakta di Balik Perbedaan Pencairan TPG ASN dan Non ASN

Secara umum, pembangunan JBC dinilai telah memberikan dampak positif terhadap wajah pembangunan Provinsi Jambi.

Keberadaannya menjadi simbol optimisme baru bahwa Jambi memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Elas menegaskan, JBC tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik atau kawasan bisnis modern, tetapi juga sebagai simbol arah pembangunan daerah yang semakin visioner.

Baca Juga: Informasi TPG Mei 2026: Dana Sudah Masuk Kementerian Keuangan, Kapan Cair ke Rekening Guru?

“JBC merupakan simbol kemajuan, modernisasi, dan optimisme terhadap masa depan Provinsi Jambi yang lebih baik,” pungkasnya.***