POJOKSATU.ID – Gubernur Jambi Al Haris turun langsung meninjau korban banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi di Kecamatan Pamenang dan sekitarnya, Kabupaten Merangin, Sabtu malam (2/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Al Haris menyerahkan bantuan secara simbolis sekaligus mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat terdampak di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan.

Gubernur menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang melanda Desa Pulau Bayur dan Desa Selango.

Baca Juga: Kesempatan Terakhir! Pendaftaran Pelatihan Khusus Analis Kebijakan (KAK) 2026 Segera Berakhir

Ia mengajak masyarakat tetap sabar dan menjaga kelestarian lingkungan agar bencana serupa dapat diminimalkan.

“Musibah seperti ini diatur oleh Allah. Mari kita tetap sabar, berserah diri kepada-Nya, dan jadikan ini momentum introspeksi. Yang penting bersyukur, sabar, dan menjaga alam bersama,” ujar Al Haris.

Berdasarkan laporan di lapangan, banjir menyebabkan jembatan gantung utama putus dan sejumlah rumah hanyut terbawa arus deras.

Baca Juga: Terbongkar! Joki UTBK Kedokteran di Surabaya Beroperasi Sejak 2017, Tarif Tembus Rp112 Juta

Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga, terutama akses anak-anak menuju sekolah.

Menanggapi kondisi itu, Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Merangin segera menetapkan status tanggap darurat bencana agar bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat dapat segera disalurkan.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten Merangin segera menetapkan status tanggap darurat bencana.

Baca Juga: Terbongkar! Joki UTBK Kedokteran di Surabaya Beroperasi Sejak 2017, Tarif Tembus Rp112 Juta

Dengan itu, bantuan provinsi dan pusat bisa cepat digelontorkan. Kita bagi tugas mana yang kabupaten, mana provinsi. Kalau perlu, libatkan pemerintah pusat,” tegasnya.

Al Haris juga menyoroti faktor penyebab banjir yang tidak hanya dipengaruhi cuaca ekstrem, tetapi juga kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia.

“Selain faktor alam, ada juga dampak aktivitas manusia seperti kerusakan sungai dan penebangan hutan. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya.

Sebagai solusi sementara bagi warga yang terdampak putusnya akses jembatan, Pemerintah Provinsi Jambi berjanji menyediakan perahu penyeberangan gratis, khususnya untuk para pelajar.

“Anak-anak harus tetap belajar. Sementara jembatan belum dibangun, perahu gratis akan kami sediakan,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Merangin berkomitmen membangun jembatan baru yang lebih kuat, tahan banjir, dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga: Antusiasme Pengunjung Warnai Booth Helsgallery pada Pembukaan Pameran UMKM Persit Bisa Vol II

“Setelah ini fokus kita memperbaiki fasilitas umum dan rumah warga yang rusak agar masyarakat bisa kembali hidup normal, aman, dan nyaman,” lanjut Al Haris.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin Khafid Moein melaporkan banjir dipicu hujan lebat yang berlangsung hampir dua hari sejak 26 April 2026 dan melanda sejumlah kecamatan, termasuk Pamenang Selatan.

Di Desa Pulau Bayur, tercatat sebanyak 82 kepala keluarga terdampak banjir, tiga rumah hanyut total, serta jembatan gantung putus yang menghambat mobilitas warga dan pelajar.***