POJOKSATU.ID - Gubernur Jambi Al Haris menghadiri kegiatan Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Kampus Mendalo Universitas Jambi.
Kegiatan ini mengangkat refleksi perjalanan kepemimpinan Bima Arya selama memimpin Kota Bogor dalam kurun waktu 2014 hingga 2024.
Bedah buku berlangsung di Auditorium Unifac Universitas Jambi dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta mahasiswa.
Baca Juga: Trump Klaim Iran Mau Serahkan Cadangan Uranium, Sangat Dekat Capai Kesepakatan Damai
Selain Gubernur Al Haris, turut hadir Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta jajaran pimpinan Universitas Jambi.
Dalam pemaparannya, Bima Arya menegaskan bahwa tantangan kepemimpinan justru lebih berat setelah seseorang terpilih memegang jabatan.
“Beratnya kampanye tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan,” ujar Bima Arya.
Baca Juga: Bakal Jadi Kasta di Kopdes? Manajer Direkrut Pusat, Warga Lokal Hanya Jadi Sopir dan Kasir?
Ia menjelaskan bahwa dinamika birokrasi, kepentingan politik, hingga tekanan sosial menjadi tantangan nyata yang tidak selalu terlihat dalam teori.
Bima Arya menambahkan bahwa kepemimpinan membutuhkan konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan, serta berlandaskan nilai yang kuat.
Selain pengalaman pribadi, buku tersebut juga memuat pengaruh pemikiran tokoh seperti Arief Budiman dan Soe Hok Gie dalam membentuk perspektif kepemimpinan.
Nilai inklusivitas, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada kelompok minoritas menjadi bagian penting dalam pengambilan kebijakan.
Sementara itu, Gubernur Al Haris menilai buku Babad Alas memiliki nilai penting bagi generasi muda sebagai bahan pembelajaran.
“Buku ini tidak hanya menampilkan keberhasilan, tetapi juga kegagalan dan proses bangkit yang bisa menjadi pelajaran,” kata Al Haris.
Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif dan menjadikan kisah tokoh sebagai inspirasi dalam menentukan arah masa depan.
Menurut Al Haris, buku biografi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi penerus bangsa.
Melalui kisah nyata, generasi muda dapat memahami konsekuensi dari setiap keputusan serta pentingnya ketekunan dalam meraih tujuan.
Baca Juga: Pertalite dan Elpiji Tak Naik Meski Harga Energi Global Sedang Bergejolak, Bahlil Klaim Stok Banyak
Ia berharap buku seperti ini dapat memperluas wawasan dan mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas.***
