Inilah Kecanggihan dan Spesifikasi KRI Bung Tomo

KRI Bung Tomo
KRI Bung Tomo
KRI Bung Tomo

POJOKSATU – Kecanggihan KRI Bung Tomo–357 yang merupakan kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut kini terbukti. Kapal inilah yang pertama kali menemukan jenazah dan puing pesawat AirAsia QZ 8501.

Senin (5/1/2015) KRI Bung Tomo telah menyelesaikan tugasnya dalam misi pencarian pesawat AirAsia. Kapal ini digantikan KRI Usman Harun untuk melanjutkan pencarian bangkai AirAsia.

Saat merapat ke Pangkalan Armada Timur, KRI Bung Tomo membawa sejumlah temuan puing pesawat, seperti sirip pesawat, lima buah unit kursi, emergency exit door, dudukan bayi, koper dan tas penumpang, hingga kamera dan bagian jendela pesawat. Semua temuan itu diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kapal Perang Terbaru TNI yang Dibeli dari Inggris
KRI Bung Tomo-357 merupakan kapal perang jenis Multi Role Linght Frigate (MRLF) yang dibeli pemerintah Indonesia dari Inggris pada tahun 2013. Kapal ini tiba di perairan Indonesia di sekitar pulau Rondo, Sabang, Provinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD) September 2014. Penamaan Bung Tomo baru dilakukan pada 4 Desember 2014 bersamaan dengan KRI Usman Harun.


Nama Bung Tomo yang dijadikan sebagai nama kapal yang bermarkas di Pangkalan Armada Timur, Tanjung Perak, Surabaya, itu didasari karena kegigihan Bung Tomo. Bung Tomo yang lahir di Surabaya ini terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

KRI Bung Tomo memiliki panjang 95 meter, lebar 12,7 meter, dengan berat 2.300 ton. Dengan kemampuan mesin 4 x MAN 20 RK270 diesel, kapal ini memiliki kecepatan 30 knot.

Dilengkapi Tiga Jenis Radar
Persenjataan KRI Bung Tomo cukup canggih. Kapal ini didukung platform system yang baik, di antaranya, radar navigasi, radar surveillance untuk pengamatan udara, serta radar tracker senjata. Radar tracker senjata ini mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran meriam 76 mm otomelara super rapid gun (OSRG) dan 30 mm di lambung kanan dan kiri kapal yang dapat berperan sebagai ciws jika ada bahaya udara mengancam kapal tersebut.

Kapal ini juga dilengkapi sistem sensor senjata berupa EOTs (electro optical tracker system) untuk pengendalian meriam kapal dan pengamatan secara visual oleh kamera video. Propulsion system maupun pesawat-pesawat bantu yang ada di kapal tersebut dikontrol secara komputerisasi oleh IPMS (integrated platform manajemen system) sehingga jika ada kerusakan atau failure pada salah satu sistem kapal akan terdeteksi secara dini.

Kapal perang tipe F2000 Corvette ini memiliki 1 meriam oto melara 76 mm, 2 meriam MSI defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE System 324 mm untuk perang atas air dan bawah air. Selain itu, dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan ke udara VLS MBDA MICA (BAE System), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet. Dua sistem arsenal inilah yang cukup mengganggu pertahanan musuh, baik dari udara ataupun permukaan laut.

Miliki Sensor Bawah Laut (Sonar)
Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut Yayan Sofyan mengungkapkan, kapal dilengkapi sensor bawah air yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air, yaitu sonar. Dengan sistem ini, KRI Bung Tomo mendapatkan deteksi struktur yang sangat rapi di bawah laut tetapi perlu observasi lebih lanjut.

Selain radar bawah laut, kapal terbaru yang nantinya masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim ini juga dilengkapi dengan radar dan avionik sonar dengan jenis FMS 21/3 Hull Mounted Sonar buatan Thales, Perancis. (one)