POJOKSATU.id - Kementerian Hukum Filipina resmi menetapkan Wakil Presiden Sara Duterte sebagai dalang rencana pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. atau Bongbong pada Senin (25/11).

Tuduhan ini berpotensi membawa Sara Duterte ke sidang pemakzulan parlemen, selain harus memenuhi panggilan pengadilan dalam waktu lima hari ke depan.

“Pemerintah mengambil tindakan untuk melindungi dengan baik presiden terpilih kami,” ujar Wakil Menteri Hukum Filipina Jesse Andres, seperti dikutip dari AFP.

“Rencana pembunuhan terhadap Presiden sebagaimana dinyatakan oleh dalang yang telah mengaku sendiri kini akan menghadapi konsekuensi hukum,” tambahnya.

Sara Duterte, yang merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, diduga tak hanya mengancam nyawa Presiden Bongbong tetapi juga Ibu Negara Liza Araneta dan sepupu presiden, Martin Romualdez.

Baca Juga: 124 Negara Ini Harus Bersiap Menangkap Netanyahu Atas Kewenangan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Bagaimana dengan Indonesia?

Ancaman ini disampaikan Sara secara terbuka pada akhir pekan lalu, yang memicu gejolak besar konflik politik Filipina.

Presiden Bongbong sendiri mengecam keras ancaman tersebut.

Ia menyatakan bahwa rencana pembunuhan ini sangat mengkhawatirkan dan menegaskan bahwa dirinya akan melawan segala bentuk upaya yang membahayakan keselamatan dirinya dan keluarganya.

Sosok Sara Duterte

Sara Duterte, atau dikenal dengan nama lengkap Sara Zimmerman Duterte, adalah putri dari mantan Presiden Filipina periode 2016-2022, Rodrigo Duterte. Wanita kelahiran Davao, 31 Mei 1978, ini telah mengukir perjalanan politik yang panjang.

Baca Juga: Kemenlu RI Dukung Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant dari ICC, Wujudkan Keadilan atas Kejahatan Perang di Palestina

Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, Sara pernah menjadi Wali Kota Davao, menggantikan posisi ayahnya saat Rodrigo Duterte maju dalam pemilihan presiden.

Menurut Channel News Asia, Sara mengakui pernah berbicara kepada seseorang untuk merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. jika dirinya terbunuh terlebih dahulu.

Pengakuan ini muncul di tengah retaknya hubungan politik antara Sara dan Marcos Jr., yang sebelumnya memenangkan pemilu Filipina 2022 sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Presiden Filipina, Kata Yusril, Mary Jane DIPULANGKAN Bukan Dibebaskan, Pemindahan Dilakukan BERSYARAT

Sara, yang kini berusia 46 tahun, memiliki latar belakang sebagai pengacara. Ia memulai karier politiknya dengan menjadi wali kota perempuan pertama dan termuda di Davao pada tahun 2010. Setelah menjabat hingga 2013, Sara kembali menduduki posisi yang sama pada periode 2016-2022.

Selain aktif di dunia politik, ia juga pernah menjabat sebagai salah satu dari sembilan gubernur Palang Merah Filipina pada tahun 2014.

Dalam kehidupan pribadinya, Sara menikah dengan Manases "Mans" R. Carpio, seorang pengacara, pada tahun 2007. Pasangan ini dikaruniai tiga anak.

Namun, perseteruan politik antara keluarga Marcos dan Duterte kini semakin meruncing. Ancaman yang dilontarkan Sara Duterte tidak hanya ditujukan kepada Presiden Marcos Jr. tetapi juga kepada Ibu Negara Liza Araneta dan Ketua DPR Filipina, Martin Romualdez.

Situasi ini memanaskan suhu politik di Filipina dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas negara tersebut. ***