POJOKSATU.ID - Ribuan warga Iran turun ke jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Suasana duka menyelimuti sejumlah kota besar di Iran. Massa memadati Lapangan Naqsh-e Jahan di kota bersejarah Isfahan.
Di Teheran, ribuan warga juga berkumpul di Lapangan Enghelab untuk mengenang pemimpin tertinggi Republik Islam Iran tersebut.
Baca Juga: Timur Tengah Kembali Memanas, Kemlu RI Terbitkan Imbauan Khusus agar WNI Tetap Tenang dan Waspada
Mereka terlihat membawa poster dan bendera, serta melantunkan doa dan seruan duka.
Dilansir dari Al Jazeera, para pendukung Khamenei tampak menangis dan meratapi kepergian sosok yang selama ini menjadi figur sentral dalam politik dan keagamaan Iran.
Sejumlah warga menyebut kematian tersebut sebagai kehilangan besar bagi bangsa dan Revolusi Islam Iran.
Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu Cair? Pemprov Jabar Siapkan Rp60,8 Miliar, Tinggal Tunggu PP
Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya Khamenei.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik Iran selama beberapa dekade terakhir.
Kematian Khamenei dikaitkan dengan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah titik strategis di Iran.
Baca Juga: Telkom Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub, Perkuat Intervensi Gizi Berbasis Data
Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut menjadi salah satu target dalam operasi militer tersebut.
Sebuah citra satelit yang dirilis Airbus menunjukkan adanya kerusakan pada kompleks kediaman tersebut pascaserangan.
Gambar itu memperlihatkan bagian bangunan yang terdampak, memperkuat laporan mengenai intensitas serangan yang terjadi.
Serangan ini semakin memperburuk situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pun diprediksi akan terus meningkat seiring dengan dampak politik dan keamanan dari peristiwa tersebut.
Di tengah suasana duka, warga Iran menyerukan persatuan nasional dan keteguhan dalam menghadapi tekanan eksternal.
Banyak di antara mereka yang menyatakan komitmen untuk melanjutkan perjuangan yang selama ini dikaitkan dengan visi dan kebijakan Khamenei.
Perkembangan situasi di Iran masih terus menjadi perhatian dunia internasional.
Baca Juga: Geram! Guru Semprot Dapur MBG Diduga Sajikan Makanan Tak Layak: Itu Duit Rakyat, Jangan Main-main
Respons dari berbagai negara dan dampak lanjutan dari konflik ini diperkirakan akan memengaruhi stabilitas kawasan dalam waktu dekat.***

