POJOKSATU.id, JAKARTA - Militer Tiongkok kembali menggelar latihan militer gabungan di dekat perairan Taiwan pada Selasa (1/4/2025).

Latihan yang kerap dianggap sebagai intimidasi oleh Taiwan dan sekutunya ini digagas langsung oleh Komando Palagan Timur yang merupakan bagian Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) yang beroperasi di wilayah laut timur negeri tersebut.

Tindakan tersebut digelar tak lama usai pemerintah China melalui pernyataan propaganda mereka menyebut Presiden Taiwan Lai Ching-te sebagai 'Serangga Pengkhianat'.

Baca Juga: Didit Sambangi Rumah Megawati Saat Lebaran, PDIP: Bukti Kedekatan Prabowo-Mega

Latihan tempur tersebut melibatkan armada angkatan laut, darat dan penerbang roket tempur PLA di dekat selat Taiwan.

Hal itu tentu membuat situasi di dekat Taiwan kembali memanas dan meningkatkan ketegangan regional.

Pasalnya, negara pulau tersebut tak pernah diakui, khususnya oleh Tiongkok terkait kedaulatannya.

Bahkan dalam agenda propaganda terbarunya, pihak Tiongkok menyebut Lai Ching-te sebagai pengkhianat karena tidak membawa arah Taiwan untuk kembali menjadi satu China dengan Tiongkok Daratan.

Baca Juga: Postingan Terbaru Bu Cinta Atalia Praratya Usai Kang Emil Diterpa Selingkuh, Tak Ada Foto Bersama Lebaran

Ketegangan antara kedua belah pihak memang tak pernah padam namun dalam tahun terakhir semakin menjadi.

Usai pemilu belum lama ini, Taiwan memiliki presiden baru yang diharapkan Tiongkok dapat membawa kesepakatan baru untuk kembali bergabung dalam proyek 'Satu China'.

Namun belum ada tanda-tanda bahwa unifikasi tersebut bakal terwujud meski puluhan kali sikap intimidatif telah dikerahkan PLA.

Pasalnya, konflik kepentingan di Pulau tersebut sudah terlalu kompleks terlebih negara tersebut memiliki pendukung kuat seperti Amerika Serikat dan Jepang yang ingin mempertahankan status quo Taiwan, yang mana tak berdaulat namun bisa berdiri sendiri tanpa Tiongkok.

Hal tersebut tentu membuat pemerintah komunis Tiongkok dongkol karena inkonsistensi pihak-pihak seberang di saat mereka punya sejarah tersendiri dengan pulau tersebut.***