POJOKSATU.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin tak terkendali setelah kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Militer Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran yang menargetkan wilayah strategis Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam Tel Aviv dan menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan bangunan.
Media Israel Haaretz, seperti dikutip Al Jazeera, menyebut sedikitnya 40 bangunan mengalami kerusakan akibat serangan yang terjadi pada Sabtu.
“Lebih dari 200 penduduk telah dievakuasi dari rumah mereka ke tiga hotel di Tel Aviv setelah sedikitnya 40 bangunan rusak dalam serangan Iran pada hari Sabtu,” tulis laporan tersebut, dikutip dari instagram @tirtoid.
Tak hanya Israel, pasukan elite Iran juga disebut menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah.
Baca Juga: Tragis Ponorogo, Ledakan Mercon Luluhlantakkan Rumah Warga, Satu Nyawa Melayang Dua Luka Parah
Target tersebut mencakup fasilitas di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan serangan ke 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di kawasan itu, selain fasilitas militer Israel di Tel Aviv.
“Korps Garda Revolusi Iran bersumpah untuk membalas dendam dan mengatakan telah meluncurkan serangan ke 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di Timur Tengah, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv. Ledakan terus terdengar di Qatar dan UEA,” lapor Al Jazeera.
Baca Juga: Iran Sambut Positif Tawaran Prabowo Jadi Mediator, di Tengah Ancaman Eskalasi Konflik
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengungkapkan bahwa serangan tersebut melibatkan 137 rudal dan 209 drone.
Serangan itu dilaporkan memakan korban jiwa serta mengganggu penerbangan internasional di sejumlah bandara.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
Ia menyatakan bahwa Iran akan menghadapi respons militer yang belum pernah terjadi sebelumnya apabila terus meningkatkan eskalasi serangan.
“Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka akan diserang dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya jika mereka menyerang sangat keras hari ini,” ungkap laporan tersebut.
Situasi ini turut memicu gelombang kemarahan di berbagai negara. Ribuan Muslim Syiah dilaporkan turun ke jalan di Kashmir untuk menyuarakan protes.
Sejumlah fasilitas diplomatik Amerika Serikat juga menjadi sasaran aksi kericuhan.
Perkembangan konflik ini meningkatkan kekhawatiran global akan potensi perang besar yang melibatkan banyak negara.
Dunia internasional kini menanti langkah lanjutan dari kedua pihak di tengah situasi yang semakin memanas.***

