POJOKSATU.id, JAKARTA-- Iran telah melancarkan serangan rudal balasan pertamanya terhadap Israel setelah serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran yaitu Fordow, Natanz dan Isfahan.

Akibat serangan balasan pertama Iran ini, sedikitnya 11 orang terluka di Israel tengah, saat sirene serangan udara berbunyi di Yerusalem Timur dan Tel Aviv.

Serangan balasan pertama Iran yang terjadi pada Minggu pagi ini telah dikonfirmasi oleh Al Jazeera melalui tayangan video di laman X @AJEnglish.

“Iran telah melancarkan serangan rudal balasan pertamanya terhadap Israel setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran, termasuk Fordow,” kata Al Jazeera @AJEnglish, Minggu (22/6).

Baca Juga: Resmi Diumumkan! Ini Rincian Hasil Seleksi PPPK Tahap 2 dan Solusi bagi Peserta yang Tak Lolos

Disampaikan Al Jazeera, sedikitnya 11 orang terluka di Israel tengah, saat sirene serangan udara berbunyi di Yerusalem Timur dan Tel Aviv yang diduduki.

Dalam serangan balasan ke Tel Aviv ini, Bandara Ben Gurion menjadi salah satu target sasaran.

"Gelombang ke-20 Operasi True Promise 3 dimulai dengan menggunakan kombinasi rudal berbahan bakar cair dan padat jarak jauh dengan daya hulu ledak yang dahsyat," kata angkatan bersenjata Iran, dikutip oleh kantor berita Fars.

Target-target yang disasar Iran tersebut termasuk bandara, pusat penelitian biologi, pangkalan logistik, dan berbagai lapisan pusat komando serta kendali.

Adapun militer Israel mendeteksi dua gelombang rudal yang ditembakkan dari Iran, sesaat setelah kubu Teheran dihantam serangan udara AS.

Baca Juga: Usai Digempur Presiden Trump, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Rute Minyak Penting Dunia

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pidato tengah malam usai negaranya menyerang tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Isfahan.

Dalam pidato singkat sekitar tiga setengah menit, Trump kembali melancarkan ancaman akan menyebar tragedi yang lebih besar jika tidak ada perdamaian oleh Iran.

"Akan ada perdamaian atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar daripada yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir,” kata Trump dalam pidatonya dilansir AFP, Minggu (22/6/2025).

“Ingatlah bahwa masih banyak target yang tersisa," katanya lagi.

Trump kembali mengancam Iran akan menyerang target-target lainnya dengan presisi, cepat dan terampil.

"Jika perdamaian tidak segera datang, kami akan menyerang target-target lainnya dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan," kata Trump lagi.***