POJOKSATU.id,-- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim warga Iran justru meminta negaranya terus dibom Amerika demi meraih kebebasan dan perubahan dari rezim yang berkuasa saat ini.

Berbicara di Gedung Putih pada Senin waktu setempat, 6 April 2026, Trump mengaku menerima berbagai aspirasi yang disebut berasal dari warga Iran.

Namun tidak disebutkan warga Iran dari mana, apakah dari Tehran atau kota lainnya di Iran.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ungkap Dua Keunggulan Bangsa Iran Sehingga Sulit Dikalahkan Amerika dan Israel

Menurut penuturan Trump, rakyat Teheran bersedia menanggung penderitaan demi perubahan.

“Mereka rela menderita demi kebebasan. Kami telah menerima banyak pesan yang dicegat: ‘Tolong teruskan pengeboman’ – bom yang dijatuhkan di dekat rumah mereka. ‘Tolong teruskan pengeboman. Lakukanlah’," ujarnya, seperti dikutip dari SCMP, Selasa (7/4).

Ancam Hancurkan Iran 4 Jam

Di saat yang sama, Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.

Trump menyebut AS memiliki kemampuan untuk menghancurkan infrastruktur utama Iran hanya dalam waktu 4 jam.

Baca Juga: Trump Marah-marah Gegara Media Amerika Beritakan Jatuhnya Jet Tempur F-15E di Wilayah Iran

“Penghancuran total pada pukul 12 siang. Dalam jangka waktu empat jam, jika kami mau,” kata Trump.

Ini terjadi jika kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat waktu Selasa, 7 April 2026.

 Trump mengatakan opsi tersebut tidak diinginkan olehnya jika jalur diplomasi atau perundingan berhasil dilaksanakan antara kedua negara.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang diharapkan Washington harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.

“Kita perlu mencapai kesepakatan yang dapat saya terima, dan itu termasuk lalu lintas bebas di Selat Hormuz,” tegas Donald Trump.***