POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Amerikat Serikat (AS) Donald Trump mengklaim membatalkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Trump mengklaim ada negara-negara lain di Timteng yang memintanya menunda serangan tersebut.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu (2/8/2026), Trump mengatakan di akun Truth Social miliknya bahwa awalnya AS siap untuk melancarkan teror, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.
Namun, ia menambahkan bahwa mereka baru saja diminta oleh Iran dan negara-negara lain di Timteng untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui.
Baca Juga: Peringati Hari Koperasi ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Genjot Kebangkitan UMKM
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan total Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran.
"Amerika Serikat siap siaga dan siap menyerang Republik Islam Iran, dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II,” katanya.
“Meskipun demikian, Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya baru saja meminta kami untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui," kata Trump.
Kesepakatan itu termasuk pembukaan Selat Hormuz dan akhir dari ancaman senjata nuklir.
"Ini termasuk pembukaan segera, lengkap, dan total Selat Hormuz, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran," ujarnya.
Baca Juga: Mantan Kabareskrim Ungkap 9 Kecurigaan Meninggalnya Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Dia mengatakan bahwa ini demi masa depan Iran. Trump ingin semua kesepakatan dicapai.
"Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju, demi kepentingan dunia di masa depan dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan. Negara Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Mari bekerja, semuanya, dan selesaikan ini," ungkapnya.
"Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! Presiden Donald J. Trump," lanjut Trump.
Sebelumnya, Trump juga menegaskan tekadnya untuk memenangkan perang melawan Iran, yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
"Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," kata Trump seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (1/8/2026).
"Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," ucap Presiden AS itu.
"Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, Anda tahu, pada titik tertentu mereka akan berkata, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," tegas Trump dalam rapat kabinet tersebut.***

