POJOKSATU.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kabar mengejutkan terkait Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Trump mengklaim Khamenei tewas setelah serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui jaringan media sosial miliknya, Social Truth, pada Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: 869 Ribu Peserta PBI JKN Kembali Aktif, Sisa Peserta Lainnya Bakal Terima Nasib Berikut
Dalam unggahannya, Trump menyebut Khamenei sebagai salah satu tokoh paling jahat dalam sejarah dan menyatakan ia telah meninggal dunia.
Klaim tersebut turut diperkuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia menyatakan pihaknya menemukan indikasi kuat bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang menyasar sejumlah titik strategis di Iran.
Baca Juga: Geger di Cirebon, TK Berdiri Sejak 2007 Disebut Dibongkar untuk Kantor Koperasi Desa Merah Putih
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan ke beberapa wilayah di Iran pada Sabtu (28/2).
Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut menjadi salah satu target utama serangan tersebut.
Aksi militer ini memperburuk ketegangan yang telah lama terjadi antara Teheran, Tel Aviv, dan Washington.
Baca Juga: Penonaktifan Masal BPJS PBI JKN Ternyata Karena Banyak Dinikmati Orang Mampu?
Namun, klaim kematian Khamenei langsung dibantah keras oleh pemerintah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyebutnya sebagai bagian dari perang propaganda.
Pemerintah Iran secara resmi memastikan bahwa Ali Khamenei masih hidup dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Pemimpin Tertinggi.
Otoritas Teheran menilai kabar tersebut sengaja disebarkan untuk menciptakan kekacauan dan memicu instabilitas politik di dalam negeri.
“Iran tidak akan runtuh hanya karena propaganda semacam ini. Pemimpin Tertinggi tetap menjalankan tanggung jawabnya,” tegas Araghchi dalam pernyataan resmi, dikutip dari instagram @jawapos.
Baca Juga: Ambisi Besar Pemerintah Bangun 500 Sekolah Rakyat Permanen demi Mencetak Generasi Tangguh
Isu kematian Khamenei dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu spekulasi global.
Sejumlah analis menilai kabar tersebut berpotensi memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang saat ini berada dalam fase eskalasi tinggi.
Pemerintah Iran menyebut penyebaran informasi tersebut sebagai upaya psikologis untuk melemahkan moral rakyat dan pemerintahan.
Baca Juga: Ambisi Besar Pemerintah Bangun 500 Sekolah Rakyat Permanen demi Mencetak Generasi Tangguh
Teheran juga menegaskan bahwa Israel tidak akan mampu mengganti rezim di Iran melalui tekanan militer maupun propaganda.
Hingga saat ini, belum ada bukti independen yang dapat memverifikasi klaim kematian tersebut.
Situasi di kawasan masih dinamis, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas global.
Baca Juga: Playlist Podcast Islami Terbaik untuk Didengarkan Sambil Menunggu Adzan
Perkembangan terbaru terkait klaim dan bantahan ini dipastikan akan terus menjadi sorotan dunia dalam beberapa hari ke depan.***

