POJOKSATU.id, WASHINGTON-- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal tak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran jika perundingan damai gagal.
Gencatan senjata AS-Iran berlangsung selama 20 hari dimulai 7 April dan akan berakhir pada 22 April 2026 nanti.
Berakhirnya gencatan senjata akan membuat perundingan Iran-AS yang kedua akan krusial apakah perang lanjut atau gencatan senjata kedua kali dilakukan.
“Mungkin saya tak akan memperpanjang,” kata Trump saat ditanya apakah akan memperpanjang gencatan senjata jika perundingan gagal dikutip dari CNN, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Iran Ungkap Korban Tewas Serangan Amerika-Israel Sudah 3.400 Orang, Mayoritas Militer
Ia bahkan tak menutup kemungkinan penyerangan ke Iran akan kembali dilakukan.
“Mungkin saya tak akan memperpanjangnya, jadi Anda harus memblokade, dan sayangnya kami akan mulai menjatuhkan bom lagi,” ucapnya.
Trump mengisyaratkan gencatan senjata dua minggu yang berakhir pada 22 April kemungkinan tidak akan diperpanjang.
Pentagon menyatakan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah berada dalam status siaga tinggi dan siap kembali beroperasi jika diplomasi gagal.
Baca Juga: Gila! Trump Sebut Iran Tak Punya Apa-Apa, Sekaligus Tantang Penutupan Selat Dunia
Iran tidak gentar dengan ancaman Trump itu. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan Iran tidak akan memasuki negosiasi dengan syarat yang dipaksakan.
Pihak Iran juga menggambarkan blokade angkatan laut Amerika Serikat sebagai tindakan provokatif dan bertentangan dengan prinsip serta dasar hukum internasional.
Langkah tersebut dinilai dapat dianggap sebagai awal pelanggaran gencatan senjata.
Menurut sumber Iran yang mengerti mengenai perundingan damai, Iran-AS diperkirakan bakal memulai negosiasi pada Senin (20/4/2026).
AS sendiri juga belum mengonfirmasikan mengenai jadwal perundingan tersebut.
Namun, Trump pada Jumat (17/4/2026), menegaskan kepercayaan diri bahwa kedua pihak akan segera menemukan kesepakatan.***

