POJOKSATU.ID - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait rencana serangan baru terhadap Iran.
Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu malam, Trump menyebut serangan tersebut bisa terjadi dalam waktu dekat, yakni dua hingga tiga pekan ke depan.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian dunia internasional. Trump secara tegas mengatakan bahwa Amerika Serikat siap menghantam Iran dengan kekuatan penuh.
Baca Juga: 10.000 Orang Akan Jadi Penerima PKH dari APBD Kota Medan, Disabilitas dan Lansia Diutamakan
Bahkan, ia menggunakan istilah ekstrem dengan menyebut akan membawa negara tersebut “kembali ke zaman batu”.
“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Trump dalam pidato yang dikutip dari CNN, Kamis (2/4/2026).
Ucapan tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Trump menggunakan frasa “kembali ke zaman batu” dalam konteks konflik dengan Iran.
Baca Juga: Hemat BBM, Pemkab Karawang Terapkan WFH Tiap Jumat, Jam Layanan Puskesmas Diperpanjang
Pernyataan ini menandakan eskalasi retorika yang semakin tajam di tengah situasi yang sudah memanas.
Tak hanya itu, Trump juga membuat klaim mengejutkan terkait kondisi kepemimpinan Iran saat ini.
Ia menyebut seluruh pemimpin utama Iran telah tewas, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait pernyataan tersebut.
“Perubahan rezim bukan tujuan kami. Tapi faktanya, perubahan itu sudah terjadi karena semua pemimpin asli mereka telah mati,” katanya.
Sebelumnya, Trump juga menyinggung adanya permintaan gencatan senjata dari Iran melalui unggahan di platform Truth Social.
Namun, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat hanya akan mempertimbangkan hal tersebut jika Iran memenuhi syarat tertentu, termasuk membuka kembali akses di Selat Hormuz.
Selama tuntutan itu belum dipenuhi, Trump menegaskan bahwa tekanan militer terhadap Iran akan terus berlanjut.
Baca Juga: Bukan Tebakan! Ini Daftar SMA Negeri Paling Banyak Lolos SNBP di Kota Bandung Tahun Ini
Pernyataan keras ini pun semakin memperkuat spekulasi bahwa konflik terbuka antara kedua negara bisa saja terjadi dalam waktu dekat.
Situasi ini kini menjadi perhatian global, mengingat dampaknya yang berpotensi meluas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi dunia.***

