POJOKSATU.id, WASHINGTON—Dalam wawancara dengan wartawan, Presiden Donald Trump mengakui dirinya merupakan pengusaha atau businessman.

Jika dia memiliki pilihan, dia ingin mengambil minyak Iran kemudian menyimpannya dan menghasilkan banyak uang.

Berbicara kepada wartawan di Oval Office, Senin (6/4) waktu setempat, setelah pidatonya tentang operasi pencarian dan penyelamatan dua pilot jet tempur F-15E Strike Eagle AS di Iran, Presiden AS itu menyatakan bahwa ideologinya di balik pengambilan minyak Iran dan menghasilkan uang, berasal dari fakta bahwa dia adalah seorang pengusaha.

Baca Juga: Sekretariat DPRD Jabar Gelar Operasi Semut Dukung Gerakan Indonesia ASRI

"Ya, saya seorang businessman terlebih dahulu," kata Trump.

Lebih lanjut merujuk pada operasi militer AS di Venezuela, yang menyebabkan penangkapan presiden petahana Nicolas Maduro dan istrinya; Cilia Flores, dan kemudian pembelian jutaan barel minyak dari negara tersebut.

"Kami telah bermitra (dengan Venezuela), dan kami telah mengambil ratusan juta barel yang telah digunakan dan dimurnikan," kata Trump.

Butuh Waktu 15 Tahun

Dalam pernyataan lain kepada wartawan, Trump menambahkan bahwa Iran akan membutuhkan waktu 15 tahun lagi untuk membangun kembali apa yang dimilikinya.

Baca Juga: Sekretariat DPRD Jabar Gelar Operasi Semut Dukung Gerakan Indonesia ASRI

"Kita bisa pergi sekarang, dan mereka akan membutuhkan waktu 15 tahun untuk membangun kembali apa yang mereka miliki. Tapi saya ingin menyelesaikannya. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," papar Trump.

"Mereka orang gila—dan Anda tidak bisa memberikan senjata nuklir kepada orang gila," imbuh dia, seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (7/4/2026).

Dalam peringatan lain kepada Iran, Trump telah meminta Teheran untuk membuka Selat Hormuz, atau AS akan memastikan kepada negara itu bahwa neraka akan turun menimpa mereka.***