POJOKSATU.id, JAKARTA—Anggota TNI putra terbaik bangsa kembali meregang nyawa di Lebanon.
Setelah Praka Farizal Romadhon, kini giliran dua prajurit TNI kembali gugur di Lebanon.
Konvoi pasukan yang membawa logistik di tengah jalan, malah diserang rudal dari Israel.
Gugurnya dua anggota TNI ini diunggah oleh akun X milik pasukan Perserikatan Bangsa-bangsa atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Dua pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis di Lebanon selatan hari ini, ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan,” kata akun X resmi milik UNIFIL @UNIFIL dilihat Selasa (31/3).
Baca Juga: Sikap Tegas Spanyol Tutup Wilayah Udaranya bagi Pesawat Militer AS di Konflik Iran
Akun ini juga menyebutkan bahwa seorang pasukan penjaga perdamaian lainnya mengalami luka parah, dan seorang penjaga perdamaian lainnya juga mengalami luka-luka.
Diketahui, sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL menghancurkan kendaraan yang mereka tumpangi di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Selain dua orang yang gugur yang disebut berasal dari Indonesia, dua personel lain dilaporkan terluka.
Insiden itu terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, hanya sehari setelah anggota TNI lainnya tewas akibat proyektil yang menghantam pangkalan misi di Ett Taibe dan meledak.
Baca Juga: Serangan AS Israel Tewaskan Ali Tangsiri Komandan Angkatan Laut Iran, Pencetus Blokade Selat Hormuz
Kemhan Berikan Konfirmasi
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi dua prajurit TNI gugur lagi pada Senin (30/3) waktu setempat, yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi UNIFIL.
“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).
Brigjen Rico menjelaskan, para korban saat itu tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL.
Ia menambahkan, insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.***

