POJOKSATU.id, JAKARTA— Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas ditandai dengan laporan serangan Amerika Serikat (AS) ke aset militer dan kapal tanker Iran di Teluk Oman dan Selat Hormuz pada 8- hingga 9 Mei 2026.
Menanggapi serangan AS ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan menyerang situs militer Amerika Serikat di Timur Tengah jika Amerika menyerang kapal tanker Teheran.
"Setiap serangan terhadap kapal tanker dan kapal komersial Iran akan mengakibatkan serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan ini dan kapal-kapal musuh," kata IRGC, sehari setelah serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Pelataran Cinta di Karawang, Kabel Listrik Bakal Dipendam
Ancaman ini dilontarkan pada hari Sabtu waktu setempat atau sehari usai serangan AS.
Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa dia mengharapkan respons Iran terhadap proposal kesepakatan perdamaian terbaru Washington.
Jika Teheran memberikan respons, itu akan dikirim kepada mediator Pakistan, dan tidak ada tanda-tanda itu terjadi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mempertanyakan keandalan kepemimpinan AS.
"Peningkatan ketegangan baru-baru ini oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai tindakan mereka yang melanggar gencatan senjata telah menambah kecurigaan tentang motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi," kata Araghchi dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari Turki, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA, Minggu (10/5/2026).
Pada hari Jumat, sebuah jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh Washington menantang blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran.
Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada media lokal bahwa Angkatan Laut Teheran telah membalas dengan serangan rudal dan drone.
Insiden itu terjadi setelah peningkatan ketegangan lain pada malam sebelumnya di Selat Hormuz, jalur laut internasional vital yang ingin dikendalikan Iran untuk memungut bea dan menggunakan pengaruh ekonomi atas Amerika Serikat dan sekutunya.***

