POJOKSATU.id, TEHERAN – Tiga kapal tanker disebut bisa melewati Selat Hormuz pada Senin (13/4) waktu setempat di hari pertama AS memblokade selat ini.

Kapal-kapal itu antara lain Kapal Peace Gulf dari Panama, Kapal tanker Murlikishan yang sedang berlayar menuju Irak.

Dan kapal Rich Starry, kapal China menjadi kapal pertama yang melewati Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk sejak blokade AS dimulai Selasa (14/4) waktu Indonesia. 

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade laut tersebut pada Minggu (12/4) pukul 14.00 GMT atau Senin (13/4) pukul 21.00 WIB.

Baca Juga: Jemaah Haji Berangkat Perdana 22 April 2026, Kenaikan Ongkos Haji Ditanggung Pemerintah

Hal ini setelah perundingan damai antara AS dan Iran yang digelar di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

Data-data perkapalan terbaru, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Selasa (14/4/2026), menunjukkan bahwa ketiga kapal itu bisa melintasi Selat Hormuz karena tidak menuju ke pelabuhan Iran, sehingga mereka tidak termasuk dalam blokade AS.

Karena ketiga kapal yang melintasi selat tersebut tidak menuju pelabuhan Iran, mereka tidak termasuk dalam blokade.

Data LESG menunjukkan bahwa salah satu kapal yang diidentifikasi sebagai kapal tanker jarak menengah, Peace Gulf, yang berbendera Panama, sedang berlayar ke pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: Di Tengah Konflik Iran-Amerika, Menhan RI Temui Menteri Perang AS, Jalin Kerjasama Pertahanan Utama

Kapal tersebut, menurut data Kpler, biasanya mengangkut naphtha Iran, bahan baku petrokimia, ke pelabuhan Timur Tengah non-Iran lainnya untuk diekspor ke Asia.

Sebelumnya, dua kapal tanker lainnya, yang dikenai sanksi AS, berhasil melewati jalur perairan sempit tersebut.

Kapal tanker Murlikishan, menurut data Kpler, sedang berlayar menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April.

Kapal itu, yang sebelumnya dikenal sebagai MKA, telah mengangkut minyak Rusia dan Iran.

Satu kapal lainnya, Rich Starry, berdasarkan data LSED dan Kpler, menjadi kapal pertama yang melewati Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk sejak blokade AS dimulai.

Kapal tanker ini dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, dikenai sanksi AS karena berurusan dengan Iran.

Rich Starry merupakan kapal tanker jarak menengah yang mengangkut sekitar 250.000 barel metanol.

Data perkapalan menunjukkan bahwa kapal itu memuat kargo di pelabuhan terakhir, Hamriyah di Uni Emirat Arab. Kapal tanker milik China tersebut memiliki awak berkebangsaan China.***