POJOKSATU.id, JAKARTA—Hanya tiga hari sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan 2026, polisi Israel melakukan tindakan penangkapan Imam Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki.
Imam Masjid Al Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al Abbasi, ditangkap polisi pendudukan Israel pada Senin (16/2) malam di halaman masjid.
Kemungkinan besar umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan pada Kamis 19 Februari.
Otoritas Yerusalem seperti dilansir Middle East Monitor menyatakan bahwa Sheikh Muhammad Ali Abbasi tidak hanya ditahan oleh pasukan Israel, namun juga dilarang memasuki kompleks masjid selama satu pekan.
Baca Juga: TNI Dikirim ke Gaza, MUI Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Terjebak Agenda AS dan Israel
Mengutip kantor berita Palestina, WAFA, peristiwa penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya langkah-langkah yang diberlakukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount, dengan klaim bahwa lokasi itu merupakan tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Penangkapan itu terjadi di tengah meningkatnya aksi otoritas pendudukan yang menargetkan Masjid Al-Aqsa.
Baca Juga: Usai Board of Peace Dibentuk Trump, Sekutunya Israel Serang Kamp Gaza, DPR RI Bersuara Keras
Aksi tersebut mencakup pembatasan terhadap para imam masjid, penceramah, dan al-Murabitin — mereka kerap hadir di masjid — pembatasan akses masuk jamaah, serta peningkatan serangan oleh para pemukim yang dikawal ketat oleh polisi Israel.
Wilayah Yerusalem yang diduduki, khususnya Kota Tua dan daerah-daerah di sekitar Masjid Al-Aqsa, mengalami eskalasi situasi keamanan akibat langkah-langkah pengamanan ketat yang diberlakukan otoritas Israel, termasuk penahanan dan pembatasan terhadap tokoh agama dan aktivis lokal.***

